Beranda Papua Barat Lakotani: Ikuti yang Diajarkan dalam Manasik Jangan Muncul di Facebook

Lakotani: Ikuti yang Diajarkan dalam Manasik Jangan Muncul di Facebook

326
0
Jamaah Umroh
Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani saat membuka manasik haji jamaah ibadah umroh provinsi Papua Barat dan Kabupaten Manokwari di ruang meeting Hotel kyriad Tangerang, Rabu (20/6/2018). Foto : Istimewa

MANOKWARI, Papuakita.com – Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani mengingatkan para jamaah calon umroh dari Provinis Papua Barat dan Kabupaten Manokwari, untuk mengikuti apa yang disampaikan di dalam manasik.

Demikian disampaikan wagub Lakotani saat pembukaan manasik haji di ruang meeting Hotel kyriad Tangerang, seperti dilaporkan pengurus MUI Provinsi Papua Bara dalam siaran pers yang yang diterima Redaksi papuakita.com, Rabu (20/6/2018).

Lakotani mengaku senang berada dengan para jamaah calon umroh. Ia meminta jamaah menjaga nama baik Provinsi Papua Barat dan juga nama baik Kabupaten Manokwari.

Pendamping Jamaat Umroh
Asisten I Setda Provinsi Papua Barat, Musa Komodi dan Ketua Komisi Dakwah MUI Provinsi Papua Barat, ustaz Mugiyono
bertindak sebagai pendamping jamaah umroh asal provinsi Papua Barat. Foto : Istimewa

“Jangan ada muncul di facebook, goyang kasidah, nyanyi-nyanyi di sana. Ikuti apa yang dikasih dalam manasik, jangan ikut yang lain-lain,” ucapnya berpesan.

Kata Lakotani, mengikuti apa yang disampaikan di dalam manasik penting selama melaksanakan ibadah umroh di Madinah dan Mekkah. Ia juga mengingatkan jamaah umroh menjaga kesehatan dan menyiapkan obat-obatan.

Tahun ini, pemerintah provinsi Papua Barat memberangkatkan sebanyak 75 peserta ibadah umroh, yang terdiri dari para guru mengaji, para imam masjid, majelis taklim, tokoh organisasi Islam dan media.

Dalam kesempatan yang sama, peserta ibadah umroh yang difasilitasi pemkab Manokwari tahun ini berjumlah 42 orang, yang terdiri dari para guru mengaji, para imam masjid, majelis taklim, tokoh organisasi Islam dan media.

“Umat Islam ini banyak. Ada yang belum berangkat.Tapi saya mau katakan, ini panggilan. Bapak dan ibu yang dipanggil. Kalau ada yang kritik, tidak apa. Insya Allah tahun depan dia yang akan saya prioritaskan. Jangan kita fitnah, karena bisa membuat dosa,” ucap Lakotani. (RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.