Beranda Parlemen Legislator DPRPB Nilai Pembinaan Dibidang Olahraga Temporer

Legislator DPRPB Nilai Pembinaan Dibidang Olahraga Temporer

530
0
Legislator DPRPB
Legislator DPR Papua Barat, Imanuel Yenu mengabadikan momentum reses bersama masyarakat di Kabupaten Manokwari. Foto : Istimewa

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM – Pembinaan dibidang olahraga dalam rangka mencari bibit-bibit atlet unggul harus dilakukan secara berkelanjutan. Pembinaan dibidang ini penting menyasar kalangan pemuda.

Legislator DPR Papua Barat, Imanuel Yenu mengatakan, pola pembinaan dibidang olahraga yang dilakukan pemerintah daerah masih bersifat temporer. Belum dilakukan secara berkelanjutan sehingga sulit mendapatkan bibit-bibit atlet unggul.

“Manokwari ini terkenal dengan atlet-atlet hebat di masa lampau, seperti tinju, bola kaki, dan atletik. Tapi hari ini menghilang semua. Masyarakat menilai karena kurangnya pembinaan dari dinas-dinas sampai ke bawah secara kontinu dan teratur. Untuk penyediaan bibit-bibit atlet di Manokwari susah sekali,” kata Imanuel Yenu, Jumat (22/2/2019).

Penilaian dan keluhan masyarakat menyangkut pembinaan dibidang olahraga dan kepemudaan, itu disampaikan saat dirinya melasanakan reses masa sidang satu di kabupaten Manokwari.

Menurut Imanuel Yenu, pembinaan keolahragaan di daerah ini masih bersifat temporer. Misalnya, pembinaan dilakukan jelang perlombaan. Sehingga untuk menghasilkan atlet yang profesional sangat sulit. Ia mengatakan, potensi pemuda di daerah ini cukup besar untuk menghasilkan atlet yang profesional.

“Hari ini ada dana yang dikucurkan besar, tetapi itu dikucurkan untuk kegiatan-kegiatan yang sifatnya temporer. Tidak ada pembinaan rutin dari pemerintah untuk mempersiapkan atlet profesional. Seperti, sepak bola nanti ada perlombaan baru latihan. Demikian juga dengan lari, ada pertandingan baru latihan demikian juga tinju,” ujarnya.

Yenu menambahkan, alokasi anggaran disiapkan akan tetapi tidak diikuti dengan pola pembinaan keolahragaan yang jelas. Pembinaan lebih kepada kegiatan yang mengikuti momentum.

“Ya masih minim perhatian lebih banyak unsur kepentingan politik. Bikin pertandingan-pertandingan supaya dikenal orang banyak. Itu kan kurang bagus, tidak murni,” tutup Yenu. (RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here