by

Perpustakaan Kini Menjadi Tempat Akses Informasi Bersifat Digital

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Perpusatakaan merupakan tempat atau sarana untuk mengakses informasi. Pada masa yang lalu, perpustakaan sering kali didefinisikan sebagai tempat dimana terpadat koleksi buku.

Dengan laju perkembangan teknologi saat ini yang kian pesat, maka fungsi perpustakaan pun mulai berubah. Perpustakaan tidak saja menjadi tempat melayani peinjaman buku atupun sebagau media informasi, namun menjadi tempat penuimpanan akses informasi yang bersifat digital bahkan website.

“Selain sebagai pusat informasi, perpustakaan juga tentu berfungsi memberikan fasilitas non formal khususnya bagi masyarakat yang tidak sempat mendapatkan informasi secara formal,” demikian Sekretaris DPR Papua Barat, Mathias Asmuruf dalam sambutan tertulis yang dibacakan Kabag Perundang Undangan, Amanda Kambuaya saat membuka pelatihan peningkatan pemahanan, penataan, dan pengelolaan perpustakaan, Kamis (21/11/2019).

Dikatakan urusan perpustakaan merupakan urusan wajib yang masih memerlukan upaya pengembangan dalam rangka perluasan minat baca serta peningkatan pengelolaan perpustakaan.

“Perpustakaan sekretariat DPR Papua Barat sebagai perpustakaan khusus diharapkan dapat menjadi penunjang yang penting dan menjadi tempat untuk mendapatkan acuan referensi bagi anggota dewan dan juga secretariat,” ujarnya.

Di sisi lain, Mathias Asmuruf mengakui keterbatasan sarana dan prasana menjadi tantangan tersendiri dalam pengembangan perpustakaan sekretariat DPR Papua Barat.

“Dibalik hambatan yang ada, saya ingin kita tetap optimis bahwa kita masih memiliki kesempatan untuk memulai bahkan terus berbenah, untuk terus berusaha dengan memanfaatkan atau mengoptimalkan ketersediaan sarana dan prasarana yang ada,” katanya.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan pelatihan, Pustakawan Madya Pusat Pengembangan Perpustakan dan Minat baca, Renus Siboro. Dalam arahannya, Renus mengatakan, perpustakaan juga menentukan baik tidaknya kualitas anggota DPR (Papua Barat).

“Kualitas tersebut bergantung pada perpustakaan yang ada di sekretariat DPR Papua Barat, berapa banyak karya-karya yang sudah dihasilkan oleh DPR,” ujarnya sembari mengatakan profesi pustakawan adalah salah satu profesi yang bergengsi.

Lihat juga  Reses, Imanuel Yenu Serap Aspirasi soal Rumah Layak Huni, Peluang Usaha, dan Seleksi CPNS

Sementara, Sekretaris Panitia, Ruli Rikson Wala menambahkan, tujuan kegiatan pelatihan adalah untuk mendapatkan tenaga terlatih yang mumpuni dalam mengeloa perpustakaan sekretariat DPRPB. Kegiatan pelatihan ini berlangsung sejak 21-22 November 2019. (RBM)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed