Orgenes Wonggor ajak gereja aktif tekan kasus stunting di Pegunungan Arfak

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor mengajak, pihak gereja ikut berperan aktif dalam menekan kasus stunting di Kabupaten Pegunungan Arfak.

Perhatian Kader Golkar ini terkait masalah stunting dan kemiskinan ekstrem, mengingat kabupaten Pegunungan Arfak menempati urutan teratas dengan kasus stunting tertinggi di wilayah Provinsi Papua Barat.

“Penanganan kekurangan gizi ini setiap tahun kita dorong supaya bisa dilakukan. Kekurangan gizi ini menyembangkan stunting, Pegaf (Pegunungan Arfak) urutan pertama di Papua Barat,” jelas Wonggor ketika mendampingi penyaluran bantuan makan tambahan bagi masyarakat 4 kampung di Distrik Minyambouw, Ahad (17/12/2023).

Penyaluran makan tambahan bergizi berupa susu, telur, dan kacang hijau, serta dana segar. Itu diterima perwakilan pengurus sekolah minggu dari Kampung Demaisi, Miconti, Memangker, Pinyausi yang berada di wilayah distrik Minyambouw.

Peran gerja melalui pengurus sekolah minggu, sebut Wonggor, bisa secara aktif membantu memantau perkembangan kesehatan dan pertumbuhan anak-anak sekolah minggu. Ia juga, berjanji akan mengupayakan agar setiap tahun ada bantuan makanan tambahan dan dana bagi pengurus sekolah minggu.

“Stunting itu pertumbuhan anak tidak sesuai dengan usia lahirnya. Misalnya, anak usia 3 atau 4 tahun, tetapi masih seperti usia 2 tahun. Stunting ini harus dicegah melalui asupan gizi dari makan yang kita berikan kepada anak-anak. Seperti, kacang hijau, susu, sayuran segar, dan daging,” ucapnya.

Potensi pertanian dan peternakan di kabupaten Pegunungan Arfak mesti dioptimalkan, agar bisa membantu pemerintah daerah menyukseskan penanganan kasus stunting dan kemiskinan ekstrem.

“Kita punya alam ini masih subur, kol, kentang, wortel, juga bisa pelihara ternak ayam dan babi. Ini harus dikelola dan menjadi sumber gizi bagi anak-anak di Pegunungan Arfak. Mereka ini harus dipelihara dengan gizi yang baik supaya bisa masuk Polisi, TNI atau sekolah-sekolah yang butuhkan fisik yang sehat dan kuat,” tutupnya.

Lihat juga  DPRPB sikapi pengurangan tenaga kerja di BP Tangguh

Wonggor menambahkan, DPR Papua Barat dan pemerintah proivinsi senantiasa mendukung upaya-upaya penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. Untuk itu, masyarakat harus memanfaatkan dukungan itu dengan memaksimalkan segala potensi yang dimiliki. (PK-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *