Beranda Pegunungan Arfak Bupati Yosias Saroy Dorong Penggunaan Noken di Kabupaten Pegunungan Arfak

Bupati Yosias Saroy Dorong Penggunaan Noken di Kabupaten Pegunungan Arfak

195
0
Pencanangan Mama Noken dan Anak Noken
Kunjungan Menteri Yohana Yembise di Kabupaten Pegunungan Arfak. Foto : PKT/01

PEGUNUNGAN ARFAK, PAPUAKITA.COM – Bupati Pegunungan Arfak, Yosias Saroy mendorong masyarakat di wilayahnya menggunakan noken sebagai media pengganti kantong plastik yang selama ini dipakai untuk mengisi berbagai jenis barang bawaan.

Hal itu disampaikan Yosias Saroy di sela acara Pencanangan Mama Noken dan Noken Anak di Aula Sekolah Alkitab Minyambouw (SAM), Sabtu (23/2/2019). Turut hadir Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Yohana Susan Yembise.

Bupati Pegunungan Arfak, Yosias Saroy. Foto : PKT/01

“Hari ini saya mencanangkan Mama Noken dan Noken Anak di Pegaf (Pegunungan Arfaj). Mulai hari ini, kita wajib gunakan noken. Penggunaan noken ramah lingkungan, semua bahan yang digunakan semua alami. Kalau kita selalu pakai kantong plastik maka limbahnya akan mencemari lingkungan,” kata Bupati Yosias Saroy.

“Semua warga di kabupaten Pegunungan Arfak wajib gunakan noken, baik di sekolah maupun ke kebun,” tambah bupati.

Kehadiran menteri PPPA di kabupaten Pegaf dalam rangka kunjungan kerja. Menteri Yohana Yembise didampingi Deputi Bidang Kesetaraan Gender Agustina Erni, Deputi Bidang Perlindungan Anak Nahar, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Dalam kesempatan yang sama, menteri membagikan alat-alat masak.

Noken asal kabupaten Pegaf memiliki banyak ciri khas. Masyarakat menganyam noken menggunakan dari alam, ada terbuat dari daun nenas, kulit kayu genemo (melinjo) dan bebera bahan lainnya. Menteri Yohana Yembise mengaku bangga terhadap ibu-ibu di kabupaten Pegaf, yang telah melestarikan warisan nenek moyang, yaitu noken.

Menteri Yohana Yembise berpesan, agar melindungi perempuan (Arfak) dan anak-anak dari kekerasan. Sebab perempuan yang melahirkan generasi penerus. Jika ada perempuan Papua meninggal akibat kekerasan, maka daerah ini akan menerima kerugian.

“Kekerasan fisik terhadap perempuan di Papua paling tinggi, ini tantangan bagi saya. Kita harus memcari mitra untuk menurunkan kekerasan perempuan, diantaranya GPKAI. Saya titip anak-anak jangan sampai tidak sekolah karena setiap anak punya hak untuk sekolah,” tutur Menteri Yohana Yembise.

Usai pencanangan Mama Noken dan Noken Anak, menteri PPPA didampingi bupati, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan meninjau pameran noken, bunga khas Pegunungan Arfak dan hasil pertanian masyarakat.

Gubernur Dominggus Mandacan mengatakan, penggunaan noken di lingkungan pemerintah provinsi Papua Barat sudah mulai diterapkan. “Setiap hari Kamis pegawai di lingkungan pemerintah provinsi Papua Barat wajib memakai baju batik dan membawa noken,” ujar gubernur. (PKT/01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here