Beranda Pegunungan Arfak KPU Pegunungan Arfak Mewaspadai Keterlambatan Distribusi Logistik

KPU Pegunungan Arfak Mewaspadai Keterlambatan Distribusi Logistik

209
0
Yosak Saroi
Komisioner KPU Kabupaten Pegunungan Arfak Yosak Saroi. Foto : ADL/PKT

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pegunungan Arfak mewaspadai hambatan yang dapat mengakibatkan keterlambatan dalam pendistribusian logistik pemilu 2019 di wilayah itu.

Komisioner KPU kabupaten Pegunungan Arfak Divisi Teknis dan Data Yosak Saroi mengatakan, hambatan utama dalam pendistribusian logistik pemilu, adalah kondisi geografis. Sebab untuk menjangkau 189 TPS yang tersebar di 10 distrik se kabupaten Pegunung Arfak tidaklah mudah.

“Kondisi geografis di kabupaten Pegaf (Pegunungan Arfak, red) cukup menantang. Kami sudah menyiapkan berbagai alternatif untuk mengatasi kesulitan di lapangan karena kondisi geografis yang cukup menantang,” ujar Saroi.

KPU Pegaf juga telah melakukan seleksi tenaga relawan demokrasi (Relasi). Yosak mengakui, para relasi yang direkrut akan diupayakan merepresentasikan 10 distrik. Sehingga ke depan tidak menutup kemungkinan para relasi tersebut bisa diberdayakan dalam membantu distribusi logistik pemilu.

“Kami merekrut relawan demokrasi dengan mengambil dari keterwakilan masing-masing distrik, hal ini agar memudahkan tugas mereka. Mereka tentu sudah mengetahui seluk beluk dan kondisi di tiap distrik,” kata Yosak.

Jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) kabupaten Pegaf tercatat sebanyak 32.509 pemilih. Perekrutan relasi tersebut diharapkan dapat mendongkrak partisipasi pemilih pada pelaksanaan pemungutan suara pada pilpres dan pileg yang akan digelar secara serentak pada 17 April 2019 mendatang.

“Kita berharap relawan demokrasi juga bisa membantu melakukan pendataan kepada warga yang namanya belum terdaftar dalam DPT,” ujar Saroi lagi.

Di sisi lain, Yosak Saroi menekankan pemilu adalah ajang bersaing bagi setiap kontestan untuk ‘menjual’ ide dan gagasannya. Dalam rangka meraih simpatik publik, kontestasi politik tersebut seyogyanya berlangsung demokratis.

“Jangan sampai terjadi intrik politik yang tidak baik kepada masyarakat. Pemilihan umum ini dijadikan sebagai ajang meyakinkan rakyat sebagai penyambung aspirasi bagi caleg di Pegaf,” tambah Saroi. (ADL)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here