Dana otsus harus majukan pendidikan di Kabupaten Pegunungan Arfak

PEGAF, PAPUAKITA.com—Ketua DPR Papua Barat Orgenes Wonggor menegaskan, pembangunan pendidikan di Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf), harus menjadi prioritas.

Alokasi dana otsus yang besar mestinya pembangunan pendidikan berjalan optimal sehingga menjamin kualitas SDM di Pegunungan Arfak di masa mendatang.

“Prioritas dana otsus yang begitu besar, juga didukung dengan regulasi yang jelas. Saya kira itu menjadi dasar yang kuat untuk pengambil kebijakan bisa melangkah untuk mendukung keberadaan sekolah-sekolah di Pegaf,” kata Wonggor.

Leinhard Jonan Sinai, guru honor di SDN 33 Ingramnim. Salah satu potret sarana pendidikan di Pegunungan Arfak.
Leinhard Jonan Sinai, guru honor di SDN 33 Ingramnim. Salah satu potret sarana pendidikan di Pegunungan Arfak. Foto : Razid Fatahuddin

Menurut Wonggor, kehendak aturan sudah jelas soal berapa persen alokasi dana otsus yang mesti pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten salurkan untuk bidang pendidikan, terutama pendidikan di daerah-daerah pedalaman.

“Seperti contoh di SD Negeri 33 Ingramnim. Kondisi sekolah darurat ini sangat memprihatinkan, dinding sekolah dari senk bekas dan berlantai tanah, serta tidak ada kursi dan meja. Kondisi ini kalau di tahun 80 an bisa kita maklumi. Kualitas dunia pendidikan di Pegaf mestinya tidak demikian,” tukas Politikus Golkar ini.

Kata Wonggor, perkembangan daerah menjadi kabupaten, juga ibu kota provinsi (Papua Barat) berada di Manokwari. Setidaknya, pemda maupun pemprov punya data sekolah-sekolah darurat.

“Hal pendidikan yang seperti ini, kalau kita tidak turun ke lapangan, tentu tidak akan bisa kita ketahui. Syukur, melalui reses ini kita bisa tahu keadaan sekolah yang ada di Ingramnim ini. Sangat memprihatinkan. Segera diatasi,” imbuhnya.

Kualitas SDM adalah salah satu faktor penting dalam memajukan pembangunan pendidikan di Pegaf. Ia berharap, pemerintah daerah perlu memperhatikan ketersediaan sarana dan prasarana bagi tenaga pengajar, serta insentif yang memadai.

“Saya mengapresiasi tenaga pengajar yang ada di sekolah ini, meski berstatus guru honor tanggung jawabnya dalam melaksanakan tugas patut mendapat apresiasi. Sekali dalam sebulan baru turun ke kota, pulang ke Serui juga sekali setahun. Kerja-kerja begini yang perlu kita berikan penghargaan,” tuturnya.

Lihat juga  Target pembangunan kantor DPR Papua Barat dimulai 2023

Lihat juga : Orgenes Wonggor apresiasi pembangunan gereja Timotius Ingramnim Miyambouw

Wonggor mengingatkan kepada pemerintah kabupaten Pegaf, agar memberikan penghargaan kepada guru maupun tenaga kesehatan yang setia berada di tempat tugas. Sebab pembangunan bidang pendidikan dan kesehatan di Pegaf masih harus berpacu dengan daerah lain.

“Pemerintah kabupaten pasti punya data terkait guru-guru dan tenaga kesehatan. Yang belum terangkat menjadi pegawai negeri, prioritaskan pengangkatan mereka jadi PNS atau pegawai yang punya ikatan, biar nasib mereka jelas dan tidak menggantung,” pungkasnya. (PK-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *