Beranda Pendidikan Pesan Melalui Cerita, Salah Satu Aset Lokal yang Sudah Diabaikan

Pesan Melalui Cerita, Salah Satu Aset Lokal yang Sudah Diabaikan

747
0
Lomba bercerita anak
Peserta lomba bercerita anak tingkat SD-MI se-Kabupaten Manokwari. Foto : RBM

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM—Pesan melalui tradisi lisan (bercerita) merupakan salah satu aset lokal daerah yang sebagian sudah diabaikan.

Demikian hal itu disampaikan Bupati Manokwari, Paulus Demas Mandacan melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Setda Kabupaten Manokwari, Harjanto Ombesapu pada pembukaan lomba bercerita anak se-kabupaten Manokwari, Rabu (27/3/2019).

“Melalui lomba–lomba semacam ini bila diangkat kembali akan dapat membangkitkan cinta anak terhadap budaya daerah, yang dikemas dan dipentaskan secara baik dan indah, akan menumbuhkan rasa kekaguman kepada khasanah kekayaan budaya lokal daerah,” jelasnya.

Dikatakan, lomba bercerita merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah dalam pembudayaan kegemaran membaca secara terus-menerus, agar nantinya daerah akan memiliki generasi penerus bangsa yang cerdas, kuat dan bermanfaat. Lomba bercerita ini diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan.

Menurut bupati, bangsa yang ingin maju dan sukses, harus meyakini bahwa jalan terbaik untuk mencapai sukses adalah dengan ilmu. Dengan ilmu, maka kesuksesan akan diperoleh melalui belajar dan membaca, salah satu sarana untuk belajar adalah di perpustakaan.

Diyakini bahwa kemampuan dan kesenangan membaca merupakan modal dan faktor penting dalam penyelengaraan pendidikan baik formal maupun non formal.

Kemampuan tersebut juga untuk meningkatkan pembangunan masyarakat untuk hidup lebih cerdas, berwawasan luas dan tangkas dalam menghadapi peluang dan tantangan di era globalisasi saat ini.

Untuk itu, pembudayaan kegemaran membaca perlu ditanamkan pada anak-anak sedini mungkin. Tidak cukup hanya oleh guru atau komunitas di sekolah saja, peran orang tua, masyarakat, pemerintah dan lembaga swasta yang peduli juga merupakan faktor penting dan sangat kami harapkan.

Diakhir sambutannya, bupati menghimbau seluruh masyarakat, untuk bersatu, bergandengan tangan untuk melanjutkan pembangunan di daerah ini, dan dengan satu tekad untuk membasmi peredaran miras, togel, perjudian, dan penyakit HIV dan AIDS di daerah ini.

Lihat juga  BI Papua Barat Sosialisasi Keaslian Uang Rupiah di SD Inpres 65 Warmaway

Bupati juga mengimbau masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya.

“Jaga dan bersahabatlah dengan alam seperti kita menjaga rumah kita sendiri, sebab alam merupakan lingkungan tempat tinggal, sumber makanan dan air, tumbuh dan berkembang biak seluruh mahluk hidup lainnya,” demikian pesan bupati.

Ketua Panitia Wiwik Hariawan mengatakan, lomba bercerita tingkat sekolah dasar/madrasah ibtidayah se-kabupaten Manokwari, diikuti sebanyak 40 perserta.

Kata Wiwiek Hariawan, tujuan lomba bercerita adalah menumbuhkembangkan minat dan gemar membaca anak serta karya budaya bangsa melalui berbagai bacaan buku, mengangkat dan memomulerkan buku-buku bacaan lokal yang baik, serta membangun karakter bangsa.

Selain itu, menumbuhkan kecintaan anak terhadap budaya bangsa. Dan mencari bibit-bibit generasi muda dari semua sekolah di kabupaten Manokwari yang dapat menjadi panutan dalam menjalankan gemar membaca.

“Materi lomba adalah cerita rakyat yang berasal dari kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat atau provinsi Papua, dan cerita yang mengandung nilai kepahlawanan atau legenda,” kata Wiwik Hariawan. (RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.