Beranda Pendidikan Relawan Kemanusiaan yang Berkualitas dan Profesional Junjung Tinggi Semangat Kesukarelaan

Relawan Kemanusiaan yang Berkualitas dan Profesional Junjung Tinggi Semangat Kesukarelaan

96
0
KSR PMI Unipa
Penutupan Pendidikan dan Latihan Dasar Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Universitas Papua. Foto : Istimewa

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM—Menjadi relawan kemanusiaan yang berkualitas dan professional itu sangat sulit di jaman ini, karena harus dimulai dan dibentuk pada diri sendiri, serta wajib melakukan proses yang panjang dengan menjunjung tinggi semangat kesukarelaan.

“Sedikit menunjukan kualitas dalam upaya pengembangan Sumber Daya Manusia, itulah Korps Sukarela (KSR) Palang Merah Indonesia (PMI) Unit Universitas Papua, terima kasih untuk komitmenny,” demikian disampaikan Wakil Rektor III Unipa, Hendrik Arwan.

Penyampaian Hendrik Arwan ini disampaikan ketika menutup Pendidikan dan Latihan Dasar Korps Sukarela (KSR) PMI Unit Universitas Papua, Sabtu (13/4/2019) lalu.

“Dengan keterbatasan kemampuan keuangan yang disediakan oleh universitas tetapi UKM KSR PMI Unit Unipa terus berkiprah dalam melakukan perekrutan dan pendidikan kepada calon relawan dari kalangan mahasiswa dan ini tidak gampang dengan kendala yang dimiliki,” jelasnya.

Menurut Hendrik, pihak universitas tetap mendukung kehadiran UKM yang berkontribusi terhadap akreditas kampus, sehingga berbagai cara sudah dilakukan hanya belum mendapat dukungan secara maksimal oleh secara umum pihak civitas akademika.

Dia berharap ke depan semoga semakin bersinergis dengan UKM lainnnya dan pihak fakultas dalam menghadirkan relawan kemanusiaan. “Saya juga menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terus menjaga komitmen bersama ini” jelas Arwan lagi.

Pembina Utama Unit kegiatan Mahasiswa (UKM) Unipa, Baso Daeng mengakui, bahwa dari 40 UKM yang ada di unipa, UKM KSR PMI merupakan salah satu UKM yang aktif dan sedia setiap saat dalam mendukung dan menyukseskan berbagai kegiatan di Unipa.

Dia berharap ke depan semoga kegiatan-kegiatan dapat ditingkatkan, baik dalam rangka pengembangan “soft skill” mahasiswa maupun dengan melakukan kolaborasi dan sinergitas dengan berbagai UKM maupun mitra sehingga lebih berproses terhadap materi yang telah didapat khususnya dalam pembentukan karakter yang berkemanusiaan

“Saat ini di kampus Unipa masih ada dosen yang masih tidak paham tentang pentingnya kegiatan ekstrakurikuler sehingga ke depaan jika ada kegiatan UKM yang dihalangi dan tidak mendapat perhatian serius oleh oknum dosen untuk dapat melapor langsung, saya siap mendukung agar kegiatan tetap dapat diikuti oleh mahasiswa dan tetap berjalan,” tegas Baso.

Sekretaris PMI Kabupaten Manokwari, La Rahman menjamin akan terus mendukung kehadiran KSR PMI Unit Unipa sebagai salah satu potensi relawan bersama dengan relawan kabupaten Manokwari lainnya, dalam upaya mendukung pemerintah daerah dalam tugas tugas kemanusiaan.

Komandan KSR PMI Unit Unipa, Raman Baransan, mengatakan bahwa untuk pendidikan dan latihan dasar saat ini dari 34 peserta yang mendaftar, 17 peserta yang dinyatakan lulus dan akan berhak mendapatkan sertifkat yang akan dikeluarkan oleh PMI Kabupaten Manokwari.

Kegiatan yang berlangsung sejak tanggal 29 maret dan berakhir tanggal 14 April, ini dilakukan setiap hari Sabtu dan Minggu, karena menyesuaikan waktu perkuliahan

“Atas nama pengurus dan anggota KSR PMI Unit Unipa menyampaikan apresiasi dan penghargaan serta terimakasih kepada pihak Unipa dan PMI Kabupaten Manokwari yang terus bersama-sama mendukung dan pembinaan serta kehadiran KSR PMI Unit Unipa,” sebut Pembina Teknis KSR PMI Unit Unipa, Johanes Ada Lebang.

Menurut Lebang, proses untuk menjadi relawan kemanusiaan yang berkualitas dan professional harus dilatih terus secara berkelanjutan dan bersungguh sungguh, karena hari ini sedikit sekali orang yang terpanggil untuk melakukan kegiatan kegiatan kemanusiaan.

Lebang menambahkan, kemampuan pribadi harus terus diasah karena hari ini kita berada pada organisasi internasional.

“Pasti kita akan dibutuhkan pada tingkatan itu, oleh sebab itu kompetensi dasar khususnya bahasa Inggris menjadi bagian penting dari relawan PMI. Dengan terus melakukan tertib administrasi, komunikadi dan koordinasi yang baik dari lingkungan terkecil di kampus “Siamo Tutti Fratelli”. Kita semua bersaudara”, tutup Lebang. (*/RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here