Beranda Manokwari Selatan Nelayan Manokwari Tenggelam di Perairan Oransbari

Nelayan Manokwari Tenggelam di Perairan Oransbari

363
0
Kampung Masabui
Jenazah Noak Ayatanoi, nelayan Manokwari yang tenggelam di perairan Masabui, Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan. Foto : Istimewa.

MANOKWARI, Papuakita.com – Seorang nelayan, Noak Ayatanoi (61) meninggal dalam kecelakaan laut yang terjadi di perairan Masabui, Distrik Oransbari, Kabupaten Manokwari Selatan, Selasa (24/7/2018) sekira pukul 04.00 WIT dini hari. Sedangkan satu nelayan lainnya, Elon Wanggai (39) selamat.

Kepala Kepolisian Sektor Oransbari, IPTU Otto Woff dikonfirmasi papuakita.com, Rabu (25/7/2018) mengatakan, kecelakaan laut terjadi akibat perahu fiber yang dikemudikan Elon Wanggai dihantam gelombang laut tinggi disertai angin kencang sehingga perahu kemasukan air dan tenggelam.

“Kedua korban melaut menggunakan perahu fiber dengan mesin motor tempel 40PK dari perairan Sowi IV, menuju perairan Masabui, pada Senin (23/7/2018). Sekira pukul 04.00 WIT dini hari angin disertai gelombang mulai menghantam perahu fiber sehingga para korban memutuskan untuk kembali ke Manokwari,” kata IPTU Otto Woff.

Menurut IPTU Otto Woff, saat kejadian, korban selamat (Elon Wanggai) sempat memberikan jerigen minyak kepada korban (Noak Ayatanoi) untuk dipakai berenang ke daratan. Namun, korban sudah lemas dan tidak bergerak dan hampir tenggelam, sehingga korban Elon Wanggai menggandeng korban berenang bersama sampai ke pesisir pantai Masabui,” ujarnya.

Dijelaskan, para korban sampai ke pantai sekira pukul 05.30 WIT. Korban selamat langsung meminta pertolongan kepada salah seorang warga kampung, Yosias Tamher yang selanjutnya menghubungi kepala kampung dan beberapa warga masyarakat Kampung Masabui.

“Informasi kecelakaan dilaporkan sekira pukul 07.40 WIT. Kami menghubungi pihak puskemas Oransbari dan langsung mendatangi TKP dan menemukan korban Noak Ayatanoi sudah berada di pesisir pantai dan ditutupi dengan kain batik warna cokelat,” terang IPTU Otto Woff.

IPUT Otto Woff menambahkan, pukul 10.45 WIT, korban Noak Ayatanoi dibawa oleh pihak keluarga ke Manokwari untuk selanjutnya di makamkan.

“Hasil pemeriksaan dokter menerankan korban mengalami luka lecet diatas pinggang dan pundak serta belakang lutut kiri dan kanan, luka lecet dibelakang telinga kanan dan pipi kanan, juga keluar busa dari mulut korban Dan Tampak kemerahan pada mata kanan dan kiri. Diduga bahwa korban Noak Ayatanoi meninggal akibat meminum air laut,” tutup IPTU Woff. (MKD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here