Andri Bombing Woriso: Penting!, Konstituen Harus Tahu Gagasan Politik Caleg

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM—Calon legislatif (Caleg) DPRD Kabupaten Teluk Wondama nomor urut 3 dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Andris Bombing Woriso mengatakan, penting bagi konstituen sebelum mendukung dan memberikan dukungan harus tahu apa gagasan politik setiap caleg.

“Tidak perlu bermuluk-muluk lagi, pemilu tinggal menyisahkan 14 hari lagi, konstituen harus tahu tawaran politik apa yang diberikan oleh caleg jika terpilih nanti untuk Wondama tercinta ini,” kata Andris, Rabu (3/4/2019).

Sebagai anak negeri Wondama, Andris mengemukakan enam (6) gagasan politik yang bakal diperjuangkan demi meningkatkan taraf dan derajat hidup orang (asli) Wondama secarah khusus dan orang Wondama secara umum.

Adapun keenam gagasan politik Andri: Pertama, akan memperjuangkan adanya subsidi dibidang pendidikan berupa pendidikan gratis 12 tahun (SD, SMP, SMA), bagi orang (asli) Wondama.

Kedua, memperjuangkan adanya alokasi dana khusus pendidikan untuk mempersiapkan putra/putri Wondama bisa mengakses sekolah-sekolah kedinasan, seperti IPDN, Akmil dan Akpol agar di tahun-tahun mendatang anak-anak asli Wondama bisa menduduki jabatan-jabatan strategis di birokrasi.

“Di 20 tahun mendatang kita bisa berbangga melihat ada jenderal polisi atau jenderal TNI ompai atau wawi satu dari Waskam, Rado, Dotir, Ramiki, dan daerah lain di Wondama ini,”ujar Andris.

Ketiga, memperjuangkan adanya transportasi massal di Wasior, untuk menyediakan jasa transportasi yang murah, aman dan merakyat melalui “Bus Trans Wondama.”

“Wondama perlu memiliki angkutan massal sehingga dapat membantu menekan ongkos transportasi mama-mama ke pasar, anak sekolah ke sekolah, pegawai ke kantor. Cukup dengan 4 bus, 2 bus melayani bagian utara, 2 bus melayani selatan,” sebut Andris teoritis.

Keempat, memperjuangkan ketersediaan internet yang dapat diakses secara gratis bagi pelajar dan mahasiswa untuk  keperluan pendidikan.

Lihat juga  Air Bersih dan Drainase, Titipan Warga Swapen Perkebunan untuk Pasangan HEBO

“Juga mendorong perluasan akses internet, termasuk menyediakan internet gratis di ruang publik seperti Taman Masasoya Topai dan mendorong setiap kampung akan menjadi kampung digital, dimana warga bisa mengakses internet di alun-alun atau kantor kepala kampung,” kata dia.

Kelima, melalui PSI, Andris ingin meningkatkan skil anak muda Wondama dengan memperjuangkan angaran beasiswa bagi 100 anak muda dalam bidang industri kreatif, agar Wondama punya banyak video editor, youtuber dan game developer dan berbagai profesi pendukung ekonomi kreatif lainnya.

“Selain itu, saya akan memperjuangkan alokasi dana beasiswa seratus kursus industri pariwisata seperti kursus guide  (pemandu wisata), managemen travel agen, chef atau juru masak, barista atau penyeduh kopi, managemen pengelolaan home stay, dan lainnya.

“Untuk mempersiapkan SDM yang terampil untuk mendukung pengembangan industri pariwisata di Teluk Wondama yang mana di tahun-tahun mendatang akan berkembang dan menjadi penghasil pendapatan asli daerah yang utama bagi kabupaten Teluk Wondama,” ucapnya.

Keenam, melalui PSI, Andris ingin memperjuangkan adanya perusahaan daerah atau BUMD, untuk mengelola luapan sedimen sungai di beberapa sungai di Wondama agar normalisasi sungai tidak mengganggu porsi alokasi APBD untuk pelayanan dasar di sektor pendidikan, kesehatan dan ekonomi kerakyatan.

Dengan konsep itu, Andris menjelaskan, pemda cukup sekali mengalokasikan anggaran untuk pembentukan BUMD dan oprasional awal.

“Selanjutnya BUMD bisa membangun kemitraan dengan bumdes-bumdes tingkat kampung untuk pengelolaan sedimen sungai agar material sedimen di tubuh sungai dapat dikelola menghasilkan pendapatan bagi kampung dan daerah dan juga membuka ketersedian lapangan pekerjaan bagi masyarakat asli dan pemilik hak ulayat,” kata dia.

Selain menekankan perjuangan pada enam gagsan politik diatas, Andris juga akan menginisiasi lahirnya perda-perda afirmatif yang memberikan proteksi, penghormatan dan pemberdayaan bagi orang asli Wondama di sektor ekonomi, sosial budaya dan lingkungan.

Lihat juga  Caleg PSI DPRD Kabupaten Teluk Wondama, Andris Worisio Tulis Surat Terbuka, Hindari “Lemonisasi”

“Maaf sedikit konservatif, kalau tidak demikian kami nanti jadi penonton di negeri ini. Jadi sa (saya) mau bilang orang Wondama harus pilih orang Wondama kalau tidak mau besok jadi penonton!,” tutup Andris. (*/RBM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *