ARF : Karena uang, jangan batasi OAP maju Pilkada..!

KAIMANA, PAPUAKITA.com—Bakal Calon Bupati Kaimana dari jalur independen, Abdul Rahim Furuada (ARF) menegaskan, demokrasi sehat yang diinginkan oleh negara, bukan bertumpuh pada satu orang, yang dengan kekuatan uangnya, menghilangkan dan membatasi peluang bagi orang lain dalam proses berdemokrasi.

Apa lagi sampai membatasi kesempatan Orang Asli Papua (OAP) untuk ikut bertarung dalam pilkada. Hal itu ditegaskan ARF dalam orasi politiknya saat menyampaikan berkas syarat dukungan bersama bakal calon Wakil Bupati Luther Rumpumbo di KPU Kaimana. ARF mendafar pada Ahad (12/5/2024) lalu.

Pasangan calon persorangan bupati dan wakil bupati saat daftar di KPU Kabupaten Kaimana. Foto : Dok. PAPUAKITA.com

Demokrasi di Tanah Papua berbeda dengan daerah lain di Indonesia, sehingga seluruh upaya untuk mencederai demokrasi di Kaimana harus dilawan.

“Kaimana adalah negeri yang aman, damai dan sejuk bagi semua orang, dari dulu sampai sekarang dan ke depannya,” tegasnya.

Di depan massa pendukung, KPU dan Bawaslu Kaimana, ARF juga menegaskan, regulasi kepemiluan telah meletakkan demokrasi Pancasila sebagai pilar dalam kontestasi pemilihan yang sehat agar terwujud pemilihan yang langsung, jujur, adil dan demokratis dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Negara juga mendorong agar setiap warga negara berpartisipasi dalam kontestasi pemilu. Bagaimana mungkin terjadi pemilihan kepala daerah di Tanah Papua dan tidak ada Orang Asli yang ikut serta di dalamnya?Negara dengan segenap kekuatannya melarang dengan tegas setiap upaya memarjinalisasikan dan meminggirkan Orang Asli Papua di tanahnya sendiri

Syarat dukungan 5.265

Dengan demikian tidak boleh ada upaya-upaya illegal yang dilakukan secara sistematis untuk menggagalkan setiap perjuangan Orang Asli Kaimana untuk turut serta dalam pemilihan kepala daerah. Karena itu adalah bentuk nyata pembunuhan kesempatan terhadap Orang Asli Kaimana,” tegasnya sambut tepuk tangan riuh pendukungnya.

Lihat juga  TNI AD Jamin Netralitas dalam Pilkada, Kadispenad: Anggota Yang Melanggar Ditindak Tegas

Dia juga mengatakan, jumlah syarat dukungan saat ini sebanyak 5.265 dari angka yang dipersyaratkan oleh KPUD Kaimana yang sebesar 4.353 pemilih, bukan sekedar angka, karena angka tersebut akan terus bertambah dan berkembang seiring dengan waktu sampai dengan hari pemilihan Rabu 27 November 2024.

“Angka-angka ini adalah pondasi bagi Kaimana Maju, Kaimana yang pastinya lebih dari hari ini. Angka tersebut adalah harapan Rakyat dan wujud aspirasi akar rumput, untuk mewujudkan Kaimana yang Maju, yaitu masyarakat Kaimana yang punya uang dikantong, masyarakat Kaimana yang Sehat dan Masyarakat Kaimana yang Cerdas, dari Ure sampai Pigo, dari Esrotnamba sampai Nusa Ulan,” tegasnya lagi.

Maju secara perseorangan atau independent, lanjut dia, adalah pilihan terakhir atas harapan dan mimpi Anak Asli Kaimana, bahwa kitorang bisa dan mampu untuk jadi pemimpin di Tanahnya sendiri. Karena kitorang yang tak punya dengan sendirinya tidak memiliki kesempatan lewat jalur yang lain.

Dia juga mengajak semua rakyat Kaimana, agar mulai saat ini, tugas semua orang adalah mengawal proses selanjutnya yang akan dilakukan oleh KPU Kaimana.

“Kitorang semua percaya bahwa KPU Kaimana dengan seluruh integritas yang dimilikinya akan melaksanakan tugasnya secara profesional dan bertanggungjawab,” pungkasnya.(*/PK-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *