Beranda Politik Dominggus Mandacan: Ubah Status Rawan Satu Jadi Aman Satu

Dominggus Mandacan: Ubah Status Rawan Satu Jadi Aman Satu

143
0
Indeks Kerawanan Pemilu
Ilustrasi Pemilu 2019. Foto : Istimewa

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM – Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan mengajak, masyarakat Papua Barat menjadikan penyelenggaraan pilpres dan pileg secara serentak pada 17 April 2019 berlangsung secara aman dan lancar.

“Tidak apa-apa terima kasih juga supaya bisa jadi pemacu dalam menjaga keamanan bangsa dan Papua Barat bisa lebih lagi. Kita buktikan bahwa status rawan satu kita balikan menjadi aman satu di Papua Barat,” kata Dominggus Mandacan, Rabu (20/2/2019).

IKP Papua Barat
Gubernur Papua Barat , Dominggus Mandacan

Kata gubernur, potensi kerawanan pada pemilu 2019, itu disampaikan Kementerian Koordinator Politik Hukum dan HAM (Kemenkopolhukam) saat lawatan ke Papua Barat medio februari.

Dalam catatan Bawaslu RI, Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) di Papua Barat tertinggi menyentuh angka 52,83, disusul DI Yogyakarta pada angka 52,14. Adapun skorsing IKP 2019 yang dibuat bawaslu, yakni 0-33 kerawanan rendah, 33,01-66 kerawanan sedang, dan 66,01-100 kerawanan tinggi.

“Kita harus memberikan pilihan kita kepada DPR kabupaten, DPR Provinsi, DPR RI, DPD RI, dan Presiden. Kalau tidak gunakan hak pilih maka tak pantas sebagai warga negara menuntut pembangunan,” ujar gubernur

Gubernur Dominggus Mandacan optimis pelaksanaan pemilu di Papua Barat berlangsung aman. Untuk itu, ia mengingatkan, hak suara warga negara harus disalurkan, sehingga hak-hak sebagai warga negara dibidang pembangunan dan bidang lain bisa dipenuhi.

Terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Manokwari, Aljabar Makatitta mengimbau, ASN di lingkup pemerintah kabupaten Manokwari ikut mendukung pelaksanaan pemilu dengan menaati aturan yang berlaku.

“ASN semua paham ada aturan main. Kalau tidak mau basah jangan dekat-dekat air. Kalau tidak mau terbakar jangan coba-coba main api. Artinya, aturan sudah ada konsekuensi kalau kita langgar sudah tahu sendiri. Di medsos harus pandai membawa diri. Komentar harus positif. Sebagai ANS diminta netralitas kita,” ungkap Makatitta.

Aljabar menambahkan, pemilihan legislatif dan pemilihan presiden dapat diartikan sebagai pelangi yang menghiasi proses demokrasi tersebut.

“Warna-warni itu bukan pemecah belah kita. Pilihan boleh berbeda tetapi persaudaran tetap harus terjaga. Siapapun yang menang, siapa yang dapat kursi itulah rejeki dia. Setelah pemilihan laksanakan tugas seperti biasa. Silahkan mau pilih mana itu hak politik tetapi silaturahim harus tetap terjaga,” tutup Makatitta. (MR3/RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here