Beranda Politik KPU Manokwari Gelar Simulasi Tingkat TPS, Muin: Pemilu Tahun Ini Berbeda

KPU Manokwari Gelar Simulasi Tingkat TPS, Muin: Pemilu Tahun Ini Berbeda

37
0
Anggota KKPS pada TPS 06, Kampung Aimasi, Distrik Prafi, Kabupaten Manokwari menunjukkan contoh surat suara yang dipakai saat simulasi pemilu. Foto : TRI

MANOKWARI, PAPUAKITA.comKomisi Pemilihan Umum Kabupaten Manokwari menggelar simulasi pemilihan umum di tingkat TPS, bertempat di Tribun Demas Paulus Mandacan, Kampung Aimasi SP3, Distrik Prafi, Sabtu (21/10/2020). Simulasi ini melibatkan warga yang terdaftar pada TPS 06 kampung Aimasi.

Simulasi ini juga dihadiri oleh ketua KPU Provinsi Papua Barat Paskalis Semunya, dan Calon Bupati dan wakil Bupati Manokwari Nomor urut 2 Hermus Indou dan Edi Budoyo, serta disaksikan oleh KPU Teluk Wondama, dan KPU Raja Ampat.

Ketua KPU Kabupaten Manokwari, Abdul Muin Salewe mengatakan, simulasi serupa yang sama dilaksanakan juga di 157 kabupaten dan kota di Indonesia secara bersamaan.

Petugas memeriksa suhu tubuh pemilih pada simulasi pemilu yang berlangsung di TPS 06 Kampung Aimasi, Distrik Prafi. Foto : TRI

“Menjadi sejarah baru dalam pelaksanaan pilkada Manokwari, kita mengikuti simulasi dengan kabupaten dan kota lainnya di Indonesia. Kami juga berterima kasih kepada warga yang terdaftar dalam TPS 06 yang bersedia melaksanakan simulasi dengan kita di tempat ini,” kata Muin.

Pemilu tahun ini berbeda dengan pemilu sebelumnya karena disebabkan oleh pandemi Covid-19 yang melanda dunia, selain keselamatan juga mengutamakan kesehatan berupa protokol kesehatan, pilkada harus terlaksanan dengan aman dan damai.

“Kita lihat bersama di depan kita struktur TPS, mulai dari tata letak duduk dan mekanisme di dalamnya terdapat perubahan yang mencolok. Hal inilah yang menjadi perhatian kita semua untuk diperhatikan pada pelaksanaan pilkada 9 Desember nanti,” ujar Muin.

Komisioner KPU Manokwari Devisi Teknis Penyelenggara, Aplena. A.L Rumaikeuw mengatakan, dalam simulasi terdapat 3 bilik dalam satu TPS. Dua bilik diperuntukkan bagi pemilih normal atau hasil pemeriksaan suhu badan 37,2 derajat ke bawah, dan 1 bilik dikhususkan bagi pemilih dengan suhu badan 37,3 derajat ke atas.

Sebelum memasuki TPS, lanjutnya, petugas keamanan melakukan penyemprotan desinfektan, memeriksa suhu tubuh seluruh petugas TPS, menggunakan masker, face shield, sarung tangan, dan memeriksa kelengkapan kotak suara. Selanjutnya, kepada pemilih juga dilakukan prokes yang sama, dengan diberikan sarung tangan plastik sekali pakai sebelum menunjukan KTP dan surat C6 atau pemberitahuan.

Lihat juga  KPU Nyatakan Berkas Pencalonan HEBO Lengkap sebagai Bakal Paslon Pilkada Manokwari

“Semua proses yang dilaksanakan di TPS dilakukan dengan tanpa bersentuhan langsung baik antara petugas TPS dan masyarakat, maupun masyarakat dengan masyarakat,” jelasnya.

Pelayanan berbeda dilakukan untuk warga yang suhu tubuh melebihi batas minimum normal. Yaitu tidak diperkenankan memasuki areal TPS, dan akan melakukan pencoblosan di bilik khusus dengan pengawasan ketat oleh saksi dan petugas TPS.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan simulasi penggunaan sirekap di tingkat TPS. Penggunaan sirekap ini sesuai dengan amanat KPU RI, bertujuan untuk menjawab integritas KPU sebagai penyelenggara yang langsung umum bebas dan rahasia. (TRI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.