Beranda Politik Petani di Warpramasi Curhat, Pasangan HEBO Optimistis Kembalikan Kejayaan Petani

Petani di Warpramasi Curhat, Pasangan HEBO Optimistis Kembalikan Kejayaan Petani

68
0
Kandidat Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo saat bertatap muka dengan petani di wilayah Warpramasi.

MANOKWARI, PAPUAKITA.comKejayaan petani di wilayah Warmare, Prafi, Masni, dan Sidey (Warpramasi), di masa lampau cukup membanggakan. Meski demikian, apa yang sempat dicapai, tak seperti yang dirasakan saat ini.

Petani sawah maupun petani kelapa sawit kian terhimpit masalah pupuk, bibit, dan pasar yang siap menampung hasil produksi mereka dengan harga yang tergolong wajar.

Curahan hati para petani ini ditumpahkan saat bertatap muka dengan Kandidat Wakil Bupati Manokwari, Edi Budoyo dalam kesempatan kampanye politiknya di wilayah Warpramasi, Jumat (16/10/2020).

Mendengarkan dan menerima curhat petani, Edi Budoyo menawarkan sejumlah strategi untuk mengembalikan masa kejayaan petani. Kejayaan itu diyakini bisa dicapai dengan syarat, Pasangan Hermus Indou-Edi Budoyo (HEBO) dipercayakan memimpin Manokwari dalam 5 tahu ke depan.

“Kami tidak ingin dibayar. Sebagai petani hanya ingin dipermudah, dapat pupuk mudah dan penjualan juga dipermudah, tentunya dengan harga yang stabil sehingga sudah dipastikan kami akan sejahtera,” ujar salah seorang petani sawah asal Kampung Sumber Boga, Triyono.

Keluhan yang sama juga disampaikan Jalaludin, salah seorang petani Pir kelapa sawit kampung Igor, Majemus, distrik Masni. Dirinya mengatakan, fakta di lapangan, beberapa tahun terakhir nasib para pertani kelapa sawit makin terhimpit.

“Dari luas 0,75 hektar, setiap bulan hanya menghasilkan Rp50.000. Apakah ini manusiawi. Saat ini kondisi petani pir kelapa sawit bukan hanya jatuh, tapi tersungkur sampai tidak bisa berbuat apa-apa lagi,” tuturnya.

Untuk mengatasi permasalahan Pupuk dan penjualan hasil pertanian, beberapa program yang telah dijalankan oleh pemerintahan PADI yang kemudian dilanjutkan dengan Pasangan HEBO menjamin masyarakat petani.

Pertama, terkait pupuk, Edi budoyo akan melakukan pengecekan terhadap supplier di wilayah Manokwari.

Lihat juga  Warga Kampung Tua di Tengah Kota Manokwari Sampaikan Aspirasi ke Pasangan HEBO

“Kalau memang supplir-nya yang bermasalah, kita ganti saja. Karena pupuk memang diberikan oleh pusat sesuai Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (RDKK), sehingga tidak mungkin ada petani yang teriak kekurangan pupuk, jika tidak ada yang bermain,” ucap Edi Budoyo.

Mengatasi pemasaran produk beras, ia mengatakan, sudah mulai dilakukan sejak menjabat sebagai wakil bupati, dimana beras petani dibeli melalui BLUD untuk dipergunakan sebagai beras jatah bagi pegawai negeri sipil.

“Hukum pasar selalu berlaku, kalau musim panen maka harga akan turun. Sehingga dari pada permasalahan ini terus berlangsung kita beli beras petani untuk jatah bagi ASN di kabupaten Manokwari,” lanjutnya.

Sementara, strategi untuk mengembalikan kejayaan petani kelapa sawit, saat ini program Tumbang Cipping dan Replanting (penanaman kembali) pohon kelapa sawit sedang dilakukan. Tak hanya itu, rencana untuk membangun pabrik sendiri bagi masyarakat pir sedang diusahakan oleh pemerintahan PADI dan akan dilanjutkan.

“Program peremajaan ini asalnya dari pusat dan sedang dilaksanakan, kita juga sedang usahakan untuk meminta agar ada pabrik tersendiri yang rencananya dibangun di wilayah Wasegi. Tentunya ini menjadi harapan baru bagi petani kelapa sawit yang ada di dataran Warpramasi,” terang Budoyo.

Butuh kerja keras, tambah Edi Budoyo, kendati perlahan keinginan dan harapan petani sebisa mungkin akan dipenuhi. Hal ini tidak terlepas dari peran petani sebagai garda terdepan ketahanan pangan bagi daerah. (ADV)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.