oleh

ADD Kabupaten Raja Ampat berkurang 5,499 miliar

WAISAI, PAPUAKITA.com—Alokasi Dana Desa (ADD) Kabupaten Raja Ampat tahun anggaran 2021, dipastikan berkurang senilai Rp5,449 miliar. Pengungaran alokasi ADD yang bersumber dari APBD, itu setelah ada pemotongan sebesar Rp47 juta atas alokasi ADD di 117 kampung se Raja Ampat.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) kabupaten Raja Ampat, Hasan Tamima menepis informasi pemotongan ADD atau dana kampung tahun anggaran 2021. Ini dilakukan sepihak. Penegasan Hasan sekaligus memberikan klarifikasi berita sebelumbnya yang ditulis pemotogan Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN 2021.

“Menyangkut dengan informasi yang beredar mengenai pemotongan dana kampung sebesar Rp47 juta per kampung, itu sama sekali (informasi) tidak benar,” ujar Hasan di kantornya, Kamis pekan lalu.

Pengurangan ADD, juga dibenarkan oleh Sekretaris DPMK, Ashar Arfan. Ia menegaskan, pengungaran dana kampung bersumber dari ADD yang dibiayai oleh APBD, bukan DD yang dibiayai oleh APBN.

Sebelumnya mengenai pemotongan ADD, kata Hasan, itu terjadi akibat refocusing anggaran sehingga berdampak terhadap alokasi ADD. Refocusing anggaran ini diperuntukan untuk penanganan Covid-19.

“Banyak orang yang menilai DMPK itu potong dana kampung. Sekali lagi, saya selaku kepala dinas menginformasikan bahwa itu tidak benar,” tutupnya. (PK-04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed