oleh

Hasan Makassar: Ubah gaya dan peran KAHMI dari konvensional ke modern

WAISAI, PAPUAKITA.com—Kehadiran Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Forum HMI-WATI (FORHATI) dituntut beradaptasi dengan kemanjuan teknologi. Untuk itu, kader hijau hitam mesti mengubah gaya dan peran organisasi dari konvensional ke digital (modern).

Demikian diungkapkan Koordinator Presidium Majelis Wilayah KAHMI Papua Barat Hasan Makassar saat meberikan sambutan dalam acara pembukaan Musda Ke-I KAHMI Kabupaten Raja Ampat, Selasa (11/1/2022)

“Kepengurusan KAHMI Raja Ampat ketika terbentuk sepatutnya bekerja sama dengan pemerintah daerah serta menjadi mitra pemda Raja Ampat,” kata Hasan Makassar.

Di era globalisasi dengan majunya perkembangan teknologi saat ini, kata Hasan Makassar, kader HMI dituntut untuk berdaya saing sehingga memiliki etos kerja tinggi dan bisa membantu dan mempermudah pekerjaan di era digital saat ini.

“Seperti aktivitas perkantoran yang sudah berbasis pada handphone. Misalnya, seperti grup WA (Whatsapp), meeting zoom maupun akses media online lainnya yang membantu mempermudah kerja di mana pun kita berada,” ujarnya.

Hasan Makassar berpesan, kepengurusan KAHMI Raja Ampat harus eksis supaya bisa memantapkan kualitas serta memajukan organisasi, khususnya memberikan hal-hal yang positif di tengah-tengah masyarakat kabupaten Raja Ampat.

Mewakili perintah daerah, Wakil bupati Raja Ampat Orideko Iriano Burdam membuka Musda ke-1 Majelis Daerah (MD) Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) dan Forum Alumni HMI-WATI (FORHATI)
Pemda, kata Orideko Burdam, mengapresiasi positif dan dukungan atas terselenggaranya Musda ke-1 KAHMI dan FORHATI kabupaten Raja Ampat yang merupakan bagian dari organisasi intelektual muslim.

Kata Orideko Burdam, lewat musda diharapkan, bisa menghasilkan rumusan-rumusan yang dapat meningkatkan dan memantapkan kualitas serta keberadaan organisasi KAHMI dan FORHATI secara positif.
Sehingga dapat berperan sebagai salah satu elemen kekuatan pembangunan di kabupaten Raja Ampat.

“Kedepan KAHMI dan FORHATI kabupaten Raja Ampat harus mampu melakukan terobosan-terobosan yang mempercepat terwujudnya cita-cita bangsa yang dilandasi dengan pola pikir dan wawasan yang luas,” ucap Orideko Burdam.

Dalam kesempatan yang sama, Orideko Burdam juga menyinggung soal vaksinasi Covid-19, khusus untuk anak-anak Raja Ampat yang tergabung dalam HMI maupun KAHMI. Dirinya meminta agar membantu pemerintah mengajak masyarakat untuk mendukung vaksinasi.

“Bukan justru sebaliknya, mahasiswa menyebar informasi-informasi yang membuat masyarakat menjadi tidak yakin untuk divaksin. Adik-adik HMI maupun KAHMI di Raja Ampat membantu pemerintah mengajak masyarakat untuk divaksin. Vaksin itu baik, vaksin itu halal,” tutupnya. (PK-04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed