oleh

Soal larangan BBM ke Kabare, Kadis Perindag Raja Ampat bantah ‘main mata’ dengan pengusaha

WAISAI, PAPUAKITA.com—Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Raja Ampat, Djalali menepis isu yang beredar, bahwa dirinya ada main mata dan mendukung serta menyarankan pemilik agen minyak atau pengusaha BBM supaya menghentikan sementara penyuplaian BBM ke Kabare, ibu kota Distrik Waigeo Utara.

Bantahan Djalali ini sebagai bentuk klarifikasi atas informasi yang disebarluaskan di media soail. Ia mengatakan, sikap pengusaha yang engan menyuplai BBM ke Kabare, adalah keputusan pribadi. Tidak ada intervensi dirinya dalam kapasitas sebagai kepala dinas Perindag.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Raja Ampat, Djalali, S.Sos. Foto : PK-04

Permasalahan distribusi BBM ke Kabare, lanjutnya, kian runyam akibat sengketa lahan SPBU yang dikelola oleh PT Maros Indah. Djalali mengaku, telah menyarankan juga kepada pengelola SPBU, agar menyelesaikan berbagai administrasi yang diperlukan dalam pengelolaan suplai BBM.

“Isu larangan BBM di Kabare, Waigeo Utara cukup meresahkan dan banyak mendapatkan tanggapan masyarakat,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, Djalali mengungkapkan fakta, bahwa pada 26 November pihaknya menerima surat dari wilayah Kabare. Isi surat itu terkait penyaluran BBM menjelang natal dan tahun baru.

“Saya teruskan (surat) ke pak haji Ansar untuk layani sementara, karena menjelang natal dan tahun baru. Selang sehari, saya ditelpon oleh ibu Jamalia (pengusaha BBM), bahwa BBM tidak bisa masuk di Kabare,” ucapnya.

Guna memperjelas permasalahan terkait penyuplaian BBM, Djalali membeberkan, bahwa dirinya mengundang ibu Jamalia untuk menghadiri pertemuan bersama dengan kepala bagian pemerintahan, kepala distrik Waigeo Utara, kepala distrik Supnin yang digelar di ruangan asisten satu setda Raja Ampat.

“Tanggal 30 November pertemuan digelar. Tidak ada solusi. Ada permintaan pembukaan papan nama SPBU baru BBM bisa dimasukkan. Di hari yang sama sekira pukul 22.00 WIT, saya ditemui kepala distrik yang meminta 1 tangki BBM untuk melayani di (distrik) Supnin,” ungkap Djalali.

Djalali menambahkan, tindak lanjut dari hasil pertemuan pada akhir November, itu diarahkan untuk melayani daerah yang persiapan natal dan tahun baru. Maka pelayanan digabungkan di distrik Supnin.

“Besoknya (1 Desember), kepala distrik Supnin membawah surat ke bupati dan ditembusan ke perindag untuk pelayanan BBM ke Waigeo Utara dalam rangka menghadapi natal dan tahu baru.Maka terbitlah surat yang ditandatangani oleh asisten dua atas nama bapak bupati,” pungkasnya.(PK-04)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed