JADILAH MUSLIM YANG BERSAUDARA

Oleh Luqmanul Hakim Sudahnan, Lc., M.A.

Sebuah khutbah yang menggetarkan jiwa, yang disampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam 1445 tahun yang lalu, beliau bersabda,

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ إِلَى أَنْ تَلْقَوْا رَبَّكُمْ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي بَلَدِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا

Artinya: “Wahai manusia, sesungguhnya darah-darah kalian haram untuk ditumpahkan dan harta-harta kalian haram untuk diambil dengan tanpa hak, sampai kalian menghadap Rabb kalian, sebagaimana keharaman (kemuliaan) hari ini, di tempat yang mulia ini, dan di bulan yang agung ini.” (HR. Bukhari).

Khutbah ini disabdakan oleh Nabi yang tercinta pada momen haji Wada’ digelar, lebih spesifiknya ketika wukuf di Arafah sedang dilaksanakan, di bulan yang haram (mulia); bulan Zulhijjah, pada saat tersebut adalah momentum berkumpulnya lautan kaum muslimin di tanah Arafah, dari berbagai suku bangsa Arab, dari aneka strata sosial di tengah masyarakat, dari berbagai tingkatan keshalihan dan ketakwaan, dari aneka ragam logat bahasa, dan dari banyak corak adat dan kebiasaan, substansi dari hadis ini adalah; sesungguhnya kaum muslimin bersaudara!!, diharamkan untuk saling menyakiti dan menzalimi, baik pada hartanya ataupun pada jasadnya.

Sesungguhnya aroma ajakan untuk merajut ukhuwah di tengah perbedaan dan perselisihan tercium sangat kental  pada masa kenabian, dan peringatan dari bahaya fanatisme terhadap golongan, madzhab, suku dan bangsa secara gigih digalakkan, Rasulullah shallahu a’laihi wa sallam bersabda,

مَا بَالُ دَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ… دَعُوهَا فَإِنَّهَا مُنْتِنَةٌ

Artinya:”Kenapa masih ada seruan jahilyah?.. tinggalkan seruan itu, sesunguhnya seruan itu berbau busuk”. (Muttafaqun ‘Alaih).

Ucapan ini beliau sabdakan ketika terjadi konfrontasi antara Muhajirin dan Anshar, yang berakibat pada dikumandangkannya seruan-seruan jahiliyah yang muaranya adalah permusuhan dan perpecahan, yang berpotensi untuk menghidupkan fanatisme kepada kelompok masing-masing. Jika persatuan dan ukhwah pada saat keadaan stabil dan damai adalah sebuah tuntutan, maka merajut dan memeliharanya ketika keadaan krisis dan perang lebih dituntut lagi, sesungguhnya latarbelakang (asbabul wurud) dari hadis diatas adalah dalam sebuah momentum jihad.

Ukhuwah Islamiyah akan mudah dirajut jika dilandasi dengan persamaan akidah dan manhaj, dan ini adalah harapan kita bersama, dan hal yang idealnya kita praktekkan karena telah dicontohkan oleh Rasulullah dan generasi utama dari umat ini. Namun jika kita melihat dalam realita kita pada saat ini, yang mana perbedaan manhaj sangat runcing, perselisihan dalam akidah sangat tajam, lalu apakah ukhuwah dan persatuan umat tidak bisa digalakkan?.

Sejatinya perselisihan dan perbedaan bukan halangan bagi kaum muslimin untuk tetap merawat persaudaraan, tentunya bukan untuk menutup mata dari kemungkaran dan maksiat yang terjadi, namun justru ukhuwah itu merupakan sarana untuk memperbaiki kesalahan dan kemungkaran dengan cara yang bijak, bukankah orang yang saling bersaudara bisa saling berkumpul dan berkunjung?, Nah, dari kunjungan dan perkumpulan inilah diskusi dan nasehat bisa digalakkan.

Lihat juga  PILIHAN POLITIK DAN TRANSAKSI AKHIRAT

Sesungguhnya Allah berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُواْ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ

Artinya:”Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah saudara, maka damaikanlah antara dua saudaramu (yang bertikai)”. (QS. Al-Hujurat ayat 10).

Ayat ini secara gamblang memaparkan bahwa orang beriman adalah saudara, sebagai peringatan dan nasehat bagi yang sedang bertikai, berselisih, bahkan yang sedang berperang, bahwa sesungguhnya mereka adalah bersaudara, bahkan uniknya ayat ini datang setelah firman Allah:

وَإِن طَآئِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُواْ فَأَصْلِحُواْ بَيْنَهُمَا

Artinya: “Dan jika ada dua golongan dari kaum muslimin yang berperang, maka damaikanlah antara keduanya” (QS. Al-Hujurat ayat 9).

Ada beberapa faedah yang bisa kita petik dari ayat di atas:

Pertama: Bahwasanya permusuhan, pertikaian, dan peperangan antara sesama kaum muslimin merupakan hal yang menafikan ukhuwah islamiyah, maka harus didamaikan dan diakhiri.

Kedua: Perbedaan pendapat dan perselisihan antara kaum muslimin meskipun sangat dahsyat, sehingga mengakibatkan meletusnya peperangan antara kaum muslimin, bukanlah halangan bagi mereka untuk berukhuwah dan berdamai. Maka adakah perbedaan pendapat dan perselisihan yang lebih hebat dan dahsyat dari perselisihan dan perbedaan pendapat yang dapat menjadikan kaum muslimin berperang dan menghalalkan darah kelompok yang lain? Tentu jawabannya: tidak ada. Jika dalam perselisihan jenis ini, kaum muslimin masih diingatkan tentang ukhuwah oleh Allah, maka perselisihan dan perbedaan pendapat yang lebih ringan min bab al-aula (lebih utama lagi).

Syaikh Abdurrahman As-Sa’di mengatakan: Diantara faedah dari Ayat ini: bahwa peperangan yang terjadi diantara kaum mukminin dapat menafikan ukhuwah, oleh karena itu; hal ini merupakan salah satu dosa besar. Dan bahwa iman dan ukhuwah imaniyah tidak lenyap meskipun terjadi peperangan, sebagaimana dosa besar –selain dosa syirik- juga bukan penghalang bagi tegaknya ukhuwah, dan ini merupakan madzhab ahlus sunnah. Dan wajib bagi kita untuk mengadakan ishlah (mendamaikan) kaum muslimin yang bertikai dengan adil”. (Taisir karimir Rahman, hal: 800).

Sebagaimana perbedaan pendapat dan perselisihan bukan penghalang untuk merajut benang ukhuwah, dan bukan batu sandungan bagi bangunan persatuan kaum muslimin, maka demikian pula dengan dosa-dosa yang kaum muslimin terjatuh ke dalamnya, alangkah indahnya firman Allah:

فَمَنْ عُفِيَ لَهُ مِنْ أَخِيهِ شَيْءٌ فَاتِّبَاعٌ بِالْمَعْرُوفِ وَأَدَاءٌ إِلَيْهِ بِإِحْسَانٍ

Artinya: “Dan bagi siapa yang mendapatkan pemaafan dari saudaranya (yang seiman), maka hendaknya (yang memaafkan) mengikuti dengan cara yang baik, dan hendaknya (yang diberi maaf) membayar diyat kepada yang memberi maaf”. (QS. Al-Baqarah ayat 178).

Ayat ini masuk dalam rentetan ayat tentang qishas (hukuman bagi yang membunuh), hal yang unik dari ayat ini adalah penyebutkan kata (أخيه), seakan memberikan penjelasan bahwa sebuah maksiat, atau bahkan dosa besar, bukanlah dinding penghalang bagi kita untuk menguatkan tali ukhuwah dan melenyapkan permusuhan.

Lihat juga  Bupati Imburi: Terus Melayani dan Sampaikan Firman Tuhan

Semoga Allah memperbaiki keadaan kaum muslimin dan menyatukan hati-hati kita semua diatas jalan kebenaran…

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَنَفَعَنِي وَإِيَاكُمْ بِمَا فِيهِمَا مِنَ العِلْمِ وَالْحِكْمَةِ، قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Jangan lupakan saudara-saudara kita di Palestina, mari ikut merasakan penderitaan mereka yang mereka alami, rudal dan bom yang pada hari ini belum berhenti menghujani mereka. Jika benar kita adalah saudara seiman mereka maka mestinya kita seperti yang digambarkan oleh Nabi, bahwa kita ini satu tubuh, ketika bagian tubuh kaum muslimin disana merasakan sakit, maka bagian tubuh kaum muslimin disini mestinya juga ikut merasakan sakit. Karena kita satu tubuh umat yang tidak terpisah. Dimana sampai saat ini sudah lebih dari 3400 korban meninggal. Semoga Allah jadikan mereka para syuhada, yang sakit segera disembuhkan dan yang terlantar dan menderita kekurangan sandang dan pangan diberikan bantuan oleh Allah Azza wa Jalla.

Di saat negara-negara Islam tak berdaya menolong mereka, maka kita memohon kepada yang Maha Kuat, Allah Jalla Jalaaluhu, untuk menolong saudara-sauadara kita disana, menguatkan para mujahidin yang berjuang, meneguhkan mereka, mengokohkan lesatan rudal-rudal mereka ke Israel. Semoga Allah hancurkan orang-orang Yahudi di Israel dan tentara-tentara mereka, semoga Allah hancurkan Amerika dan negara-negara pelindung Israel. Ya Allah hancurkan mereka sehancur-hancurnya. Ya Qawiyyu ya Aziz..

Di saat yang sama, mereka juga Yahudi Zionis menderita kerugian-kerugian yang cukup besar dalam operasi jihad Badai Al-Qasha kali ini. Sudah lebih dari 1500 orang dari mereka yang mati, dimana lebih dari 300 diantaranya adalah tentara Israel. Kantor berita Aljazeera menyebutkan bahwa rudal-rudal hamas terus ditembakkan, dan dentuman besar rudal menghantam Tel Aviv di Israel. Ada sekitar 500.000 warga Israel yang lari ketakutan dan mencari tempat-tempat yang aman. Ini belum seberapa sebagai balasan bagi mereka para penjajah dan para pembunuh kaum muslimin. Semoga Allah segera menurunkan pertolongan-Nya, memenangkan kaum muslimin dan membersihkan Yahudi dari Palestina, Amiin ya Rabbal ‘Alamin.

Sumber : Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *