by

Mapolres Manokwari Bakal Miliki Rumah Ibadah Seperti Polda

MANOKWARI, PAPUAKITA.COM—Pembangunan mental spiritual di jajaran Polres Manokwai merupakan salah satu perhatian Kapolres, AKBP Adam Erwindi, ini diwujudkan dengan menghadirkan sarana peribadatan di lingkungan Mapolres Manokwari di wilayah Sowi Gunung.

“Separuh dari personil polres Manokwari adalah muslim, maka dalam menjalankan ibadah kadang mereka laksanakan di sela-sela kantor. Sehingga kita berencana membangun gereja dan mushola berdampingan. Disini rencananya mushola apakah nantinya berkembang jadi masjid, kita belum tahu,” ujar Kapolres, Kamis (16/5/2018).

Pembangunan musola Salsabila ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Kapolres Manokwari, dan diikuti oleh sejumlah perwira polres, perwakilan Kanwil Kemenag Kabupaten Manokwari, Pemimpin PT Pulmon, H. Nurjaya, Perwakilan PT Fulica Land, Julius Lois, serta beberapa pemuka agama dari kalangan muslim.

“Donaturnya ini dari masyarakat yang mau menghibahkan juga sudah ada. Nanti apabila ada dana hibahnya lagi kita akan membangun seperti yang di Mapolda antara gereja dan masjid berdekatan,” aku Kapolres Adam Erwindi.

Nama musola Salsabila diambil dari nama salah satu mata air di surga. Kapolres berharap, kehadiran musola dapat meningkatkan keimanan dan ketakwaan anggota polres, sehingga mengurangi pelanggaran-pelanggaran dalam pelaksanaan tugas. Juga akan dipakai untuk kegiatan pembinaan kerohanian dan mental spiritual.

“Salsabilah adalah nama mata air di surga. Dengan harapan kedahagaan anggota yang ingin ibadah dapat terpenuhi semua. Musola ini dapat diakses juga oleh masyarakat umum di sekitar polres. Izinnya sudah diurus,” kata kapolers.

Pembangunan musola ini mendapat dukungan dari umat islam. H. Nur Jaya mengatakan, sumber berasal dari banyak sumbangan umat (muslim), meliputi berbagai material bangunan. Dalam pelaksanaannya, PT Pulmon sebagai koordinator. Musola ini ditarget rampung dalam 6 bulan ke depan.

Lihat juga  Kepergok Dalam Rumah Orang, Klien Asimilasi Bapas Manokwati Tewas Tertikam

”Namanya membangun masjid atau musola biar dalam keadaan bagaimana pun saya selalu berusaha untuk siap. Karena bukan sekadar mencari dunia saja, tetapi akhirat. Juga sebagai motivasi kepada saudara muslim yang lain sehingga kita bisa saling bantu untuk menyediakan tempat ibadah,“ tuturnya.

Untuk itu, H. Nur Jaya mengimbau kepada umat muslim yang ada di Manokwari, untuk bisa mendukung pembangunan masjid maupun musola. Soal ijin dan penentuan letak musola, H. Nur Jaya menambahkan, seluruhnya ditentukan oleh polres.

“Mari kelebihan rizki kita luangkan, kita sisihkan, dan kita bantu untuk kelancaran pembangunan musola. Kita sama-sama cari ladang pahala,” tutupnya. (RBM)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed