NABI IBRAHIM TELADAN PENGHAMBAAN PARIPURNA

Oleh Dr. Muhammad Ihsan Zainuddin, Lc., M.Si.

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ..

 

اللهم صلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

 

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

 

أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ،  وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار

 

أَيُّهَا النَّاسُ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللِه فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

 

Kita awali khutbah ini dengan melangitkan segala pujian dan ungkapan syukur hanya kepada Sang Penguasa semesta, Allah Ta’ala, atas segala nikmat dan karunia yang tak henti-hentinya untuk kita. Untuk kesekian kalinya Allah Azza wa Jalla mengaruniakan Hari Jum’at penuh berkah seperti ini untuk kita semua. Sebuah nikmat yang tak ternilai bersama nikmat-nikmat lainnya.

Shalawat dan salam tak putus-putusnya kita sampaikan pula kepada kekasih kita, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah mengorbankan segenap hidupnya untuk menyampaikan pesan-pesan petunjuk Allah Ta’ala untuk kita di akhir zaman ini.

Manusia yang hebat yang sebenarnya, manusia sukses yang sesungguhnya adalah mereka yang berhasil menggunakan setiap waktu dan kesempatan yang ALlah karuniakan kepadanya. Di dalam al-Qur’an, berkali-kali Allah Ta’ala mengingatkan kita tentang betapa berharga semua kesempatan waktu yang Allah berikan untuk kita. Berulang-ulang kali, Allah Azza wa Jalla menegaskan itu semua dalam sumpah-sumpah muliaNya di dalam al-Qur’an.

 

Di dalam Surah al-Lail, Allah menyatakan:

 

وَاللَّيْلِ إِذَا يَغْشَى (١) وَالنَّهَارِ إِذَا تَجَلَّى (٢)     

 

Artinya: “Demi waktu malam saat ia menutupi (bumi). Demi waktu siang, saat ia menjadi terang.” (QS. Al Lail/ 92:1-2)

 

Di dalam Surah al-Dhuha, Allah mengingatkan:

 

وَالضُّحَى (١)       

 

Artinya: “Demi waktu dhuha.” (QS. Ad Dhuha/ 93:1)

 

Di dalam Surah al-’Ashr, Allah bersumpah:

 

وَالْعَصْرِ (١)     

 

Artinya: “Demi masa”. (QS. Al Ashr/ 103:1)

 

Dan di dalam Surah al-Fajr, Allah mengatakan:

 

وَالْفَجْرِ (١) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (٢)     

 

Artinya: “Demi waktu fajar, dan demi 10 malam (pertama bulan Dzulhijjah).” (QS. Al Fajr/ 89:1-2)

 

Apa makna semua sumpah Allah Azza wa Jalla yang berulang-ulang tentang waktu itu?

Sekali lagi, ini ada pesan sekaligus peringatan kepada kita agar momentum-momentum waktu itu tidak berlalu begitu saja tanpa kebaikan. Itu adalah pesan sekaligus peringatan, bahwa semua momentum waktu itu jika telah berlalu maka kita takkan bisa lagi memutarnya kembali. Itu semua adalah pesan, bahwa kita yang telah dan akan menjalani roda perputaran waktu itu, kelak di akhirat akan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah Azza wa Jalla.

Lihat juga  Pembangunan Rusunawa Pesantren Hidayatullah, Manokwari Dimulai

 

Karena itu, jamaah yang dimuliakan Allah…

 

Marilah kita kembali berhenti sejenak, merenungkan dan menanyakan kepada diri kita masing-masing tentang bagaimana selama ini menjalani karunia waktu yang telah Allah berikan? Tentang bagaimana selama ini respon kita menyikapi momentum-momentum istimewa yang Allah Azza wa Jalla hadirkan dalam hidup kita; seperti momentum Ramadhan dengan 10 malam terakhir dan kesempatan Lailatul Qadarnya. Termasuk momentum 10 hari pertama bulan Dzulhijjah yang tersisa beberapa hari lagi ini.

 

Ingatlah!

 

Bahwa tentang momentum 10 hari pertama Dzulhijjah ini, Allah Ta’ala telah bersumpah tentangnya secara khusus dalam ayat yang kita sebutkan sebelumnya:

 

وَالْفَجْرِ (١) وَلَيَالٍ عَشْرٍ (٢)       

 

Artinya: “Demi waktu fajar, dan demi 10 malam (pertama bulan Dzulhijjah).”

 

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah menyampaikan:

 

ما مِن أيَّامٍ أعظمُ عِندَ اللهِ ولا أحَبُّ إليه مِن العَملِ فيهنَّ مِن هذه الأيَّامِ العَشرِ؛ فأَكْثِروا فيهِنَّ مِن التَّهليلِ، والتَّكبيرِ، والتَّحْمِيد

 

Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amalan lebih dicintai olehNya melebihi 10 hari (pertama Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah oleh kalian bertahlil, bertakbir dan bertahmid di dalamnya.” (HR. Ahmad)

 

Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah…

 

Apakah pernyataan sumpah Allah Ta’ala tentang 10 hari pertama Dzulhijjah itu masih belum begitu terasa kedahsyatannya di jiwa kita?

 

Apakah pernyataan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits tersebut masih belum terlalu jelas dan tegas?

 

Dengan sangat jelas, Baginda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyatakan betapa agung dan mulianya hari-hari ini. Dan kemuliaannya sama sekali tidak bermakna dan berguna bagi kita, kecuali jika memanfaatkan dalam kebaikan dan amal shalih, seperti berdzikir dalam tahlil, takbir dan tahmid.

 

Maka, kaum muslimin yang berbahagia!

 

Sepuluh hari pertama Dzulhijjah ini sudah hampir berakhir. Tersisa setidaknya 4 hari lagi kesempatan kita semua, mulai hari ini, hari Jum’at, Sabtu, Ahad, dan Senin untuk menikmati momentum dahsyat ini dalam episode-episode amal shaleh dan ketaatan semaksimal mungkin.

 

Kita lewati hari-hari ini dengan banyak bertaubat dan beristigfar.

 

Kita lewati hari-hari ini dengan bertahlil, bertakbir dan bertahmid.

 

Kita lewati hari-hari ini dengan membaca bahkan mengkhatamkan al-Qur’an.

 

Kita lewati hari-hari ini dengan bersedekah meski serupiah-dua rupiah.

 

Kita lewati hari-hari ini dengan berpuasa, terutama pada tanggal 9 Dzulhijjah di hari Ahad nanti. Karena puasa di hari itu akan menghapuskan dosa 2 tahun: tahun lalu dan tahun depan.

 

Dan tentu saja, di hari Senin saat kita merayakan Idul Adha dan menunaikan ibadah kurban kita dengan penuh keikhlasan.

 

Intinya, jamaah sekalian, pada 4 hari yang tersisa dari 10 pertama bulan Dzulhijjah ini, bulatkan tekad di hati untuk melakukan yang terbaik untuk akhirat kita. Semoga itu bisa memudahkan perjalanan kita menuju Surga Firdaus yang abadi.

 

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَنَفَعَنِي وَإِيَاكُمْ بِمَا فِيهِمَا مِنَ العِلْمِ وَالْحِكْمَةِ، قُلْتُ مَا سَمِعْتُمْ وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِي وَلَكُمْ، إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

 

الْحَمْدُ للهِ عَلَىْ إِحْسَاْنِهِ ، وَالْشُّكْرُ لَهُ عَلَىْ تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَاْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَاْ إِلَهَ إِلَّاْ اللهُ تَعْظِيْمَاً لِشَأْنِهِ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدَاً عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْدَّاْعِيْ إِلَىْ رِضْوَاْنِهِ صَلَّى اللهُ عَلِيْهِ وَعَلَىْ آلِهِ وَأَصْحَاْبِهِ وَإِخوَانِهِ

Lihat juga  Berkah Ramadan, Yakesma berbagi hingga pelosok Bintuni

 

Kaum muslimin yang berbahagia!

 

Pada hari-hari yang tersisa dari rangkaian 10 hari pertama Dzulhijjah ini, jangan pernah terlupa dan terhilang dari ingatan kita tentang saudara-saudara kita di Bumi Palestina. Saudara-saudara seislam yang menggantikan kita menunaikan tugas suci nan mulia: menjaga dan mempertahankan kiblat pertama umat Islam, Masjid al-Aqsha dan Bumi al-Quds.

 

Hari-hari yang tersisa dari rangkaian 10 hari pertama Dzulhijjah ini adalah hari-hari terbaik untuk memanjatkan doa untuk mereka. Mendoakan keteguhan jiwa, kekuatan raga dan segeranya pertolongan untuk jihad mereka. Mendoakan kehancuran untuk para zionis dan semua pihak yang mendukung genosida dan kezhaliman mereka di sana dan dimanapun juga.

 

Hari-hari yang tersisa dari rangkaian 10 hari pertama Dzulhijjah ini adalah hari-hari terbaik untuk menyisihkan sedikit harta yang Allah titipkan kepada kita untuk mendukung perjuangan dan meringankan kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi sejak 200 hari terakhir ini.

 

اِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِىْ يَاَ يُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا

 

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

 

وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

 

اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ

 

اللَّهُمَّ أَعِزَّ الْإِسْلَامَ وَ المُسْلِمِيْنَ وأَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَ المُشْرِكِينَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَكَ أَعدَاءَ الدِّيْنَ يَا عَزِيزٌ يَا قَهَّارٌ يَا رَبَّ العَالَمِينَ

 

اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا المُستَضْعَفِيْنَ فِي غَزَّة، اَللَّهُمَّ انْصُرْ إِخْوَانَنَا الْمُجَاهِدِيْنَ فِي فِلِسْطِيْنَ

 اَللَّهُمَّ أَيِّدْهُمْ بِتَأْيِيْدِكَ، وَاحْفَظْهُمْ بِحِفْظِكَ، يَا قَوِيُّ يَا عَزِيزٌ

 

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِى دِينِنَا وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

 

اللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ الهُدَى، والتُّقَى، والعَفَافَ، والغِنَى

 

اللَّهُمَّ أَحْسِنْ عَاقِبَتَنَا فِى الأُمُورِ كُلِّهَا وَأَجِرْنَا مِنْ خِزْىِ الدُّنْيَا وَعَذَابِ الآخِرَةِ

 

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 

وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن

 

وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *