Beranda Papua Barat Pangdam XVIII Kasuari: Opster Mempercepat Akselerasi Pembangunan di Daerah

Pangdam XVIII Kasuari: Opster Mempercepat Akselerasi Pembangunan di Daerah

476
0
Opster 2018
Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Ones Wayangkau ketika membuka Operasi Teritorial TNI tahun 2018 di Kampung Tarof, Distrik Kokoda, Kabupaten Sorong Selatan dalam suatu upacara. Foto : Istimewa

MANOKWARI, Papuakita.com – Operasi Teritorial (Opster) bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memantapkan kemanunggalan TNI bersama rakyat serta mempercepat akselerasi pembangunan di daerah.

Demikian disampaikan Panglima Komando Daerah Militer (Kodam) XVIII/Kasuari, Mayjen TNI Joppye Ones Wayangkau ketika membuka Operasi Teritorial TNI tahun 2018 di Kampung Tarof, Distrik Kokoda, Kabupaten Sorong Selatan dalam suatu upacara, Kamis (12/7/2018)

Opster 2018

Operasi ini akan dilaksanakan selama 70 hari mulai tanggal 12 Juli hingga 19 September 2018 ke depan, merupakan program lintas sektoral yang melibatkan TNI, Kementerian lembaga pemerintah dan non Kementerian, Pemerintah Daerah serta lapisan masyarakat.

“Apabila prajurit dan komponen masyarakat dapat melaksanakan hal ini, maka dapat terwujudlah Kemanunggalan TNI dengan Rakyat sesuai dengan apa yang telah ditetapkan oleh pimpinan,” kata pangdam.

Program lintas sektoral ini terbagi dalam dua sasaran, yaitu sasaran fisik dan sasaran non fisik. Sasaran fisik, yaitu pembangunan dan rehabilitasi rumah bagi masyarakat.

Sedangkan, sasaran non fisik lebih diarahkan pada peningkatan kesadaran berbangsa dan bernegara seperti penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan kesehatan, KB, penyuluhan kamtibmas, penyuluhan pertanian, pengobatan massal dan kegiatan lainnya.

Pangdam Wayangkau berpesan, kegiatan operasi teritorial ini akan dihadapkan dengan kesulitan, namun kegiatan ini memiliki manfaat yang besar bagi masyarakat. Untuk itu, hal-hal yang perlu diperhatikan oleh seluruh komponen yang terlibat didalam operasi teritorial ini.

Opster 2018

Khusus bagi prajurit yang secara langsung melakukan tugas ini, Pangdam  Wayangkau menekankan, agar selalu berdoa dan bersyukur dalam setiap mengawali dan mengakhiri pekerjaan serta memegang teguh Saptamarga, Sumpah Prajurit dan 8 wajib TNI, sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas.

Selain itu, memperhatikan faktor keamanan persolnel, materil dan kegiatan selama opersai teritorial berlangsung, serta tingkatkan kebersamaan dan kerjasama antara prajurit dan masyarakat dilokasi kegiatan.

Berikutnya, berkoordinasi terkait hal-hal yang ada dengan baik antar semua lintas sektoral yang terkait khususnya dengan pemerintah daerah agar pelaksanaan operasi dapat berjalan dengan lancar, tertib dan aman serta mencapai sasaran yang telah ditetapkan.

“Hormati dan taati adat istiadat dan kearifan lokal ditempat ini serta tingkatkan kemanunggalan TNI-Rakyat demi tetap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dicintai,” kata Pangdam Wayangkau.

Upacara pembukaan Optser ini turut dihadiri Gubernur Papua Barat,Dominggus Mandacan, Danrem 171/PVT Brigjen TNI Ignatius Yogo Triyono, M.A., Bupati Sorong Selatan Samsudin Anggiluli, para pejabat terkait di lingkunga Kodam Kasuari, Kepala Distrik Kokoda Husein Otaragu, serta elemen masyarakat setempat. (MKD)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here