Beranda Sosial Belajar Kerukunan dan Toleransi Datang ke Papua Barat

Belajar Kerukunan dan Toleransi Datang ke Papua Barat

272
0
Wisata Rohani
kegiatan orientasi peserta wisata rohani ke tanah suci, yang berlangsung di Hotel Fujita, Senin (18/6/2018). Foto : Istimewa

MANOKWARI, Papuakita.com – Kerukunan tidak akan terbangun jika tidak ada toleransi. Hal itu diungkapkan, Kepala Biro Mental Spiritual Setda Provinsi Papua Barat, Hermus Indou.

Hermus menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan orientasi peserta wisata rohani ke tanah suci, yang berlangsung di Hotel Fujita, Senin (18/6/2018).

Wisata Rohani
Asisten I Setda Provinsi Papua Barat, Musa Kamodi dan Karo Mental Spiritual Setda Provinsi Papua Barat, Hermus Indou. Foto : Istimewa

Kata Hermus, Papua Barat ingin buktikan kepada negeri ini, kalau ingin bicara kerukunan dan toleransi, maka belajarlah ke Papua Barat.

“Kita ingin merajut kesatuan ini, untuk Indonesia, bahwa kita adalah sesama anak bangsa. Kita ingin menyatukan. Kita ingin tunjukkan ke Indonesia, kalau mau belajar toleransi, kerukunan, maka datanglah ke Papua Barat,” ucapnya.

Menurutnya, yang dimaksud toleransi adalah menerima perbedaan. Sebab perbedaan itu diciptakan oleh Tuhan dengan tujuan yang besar, punya misi yang besar untuk umat manusia.

“Kita punya tekat untuk menerima orang lain dalam diri kita. Ini harus terjadi dalam diri kita. Perbedaan ini dibuat untuk keindahan di bumi ini. Menerima perbedaan, sesungguhnya kita sedang beribadah,” ujar Hermus.

Dalam kesempatan itu,  Hermus tak lupa mengucapkan Selamat Idul Fitri 1439 H kepada umat muslim. “Bapak/ibu sudah menjalankan ibadah puasa, rayakan Idul Fitri dilanjutkan dengan ibadah umroh. Maka ini sebuah kesempurnaan,” kata dia.

Hermus menambahkan, dalam perjalanan wisata rohani bagi umat Islam, Hindu, Budha, Katolik dalam perjalanan ini tidak ada masalah. Namun, khusus umat Kristen ada hambatan menuju Israel.

“Tapi kita sudah minta petunjuk ke gubernur, kalau tidak jadi ke Israel, kita bisa ke negara lain yang ada situs di situ. Kalau ke Israel tidak jadi, kita bisa ke Yordania dan mesir,” tuturnya.

Sebelumnya, Asisten I Setda Provinsi Papua Barat, Musa Kamudi yang mewakili gubernur mengatakan, pengiriman wisata rohani tahun ini adalah terbanyak.

“Ini membuktikan bahwa bapak gubernur begitu memperhatikan peningkatan spiritual kepada warganya,” kata Musa. (RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here