Beranda Sosial Pertamina Sediakan Tandon Cuci Tangan dan Penyemprotan Disinfektan di SPBU di Jayapura

Pertamina Sediakan Tandon Cuci Tangan dan Penyemprotan Disinfektan di SPBU di Jayapura

101
0
Konsumen memanfaatkan fasilitas cuci tangan yang disediakan PT Pertamina MOR VIII di salah satu SPBU di Kota Jayapura, Papua. Foto : MOR VIII

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VIII melakukan upaya antisipasi guna mencegah penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

Upaya itu dilakukan dengan penyediaan total 11 tandon cuci tangan dan melakukan penyemprotan disinfektan di area SPBU termasuk gerbang, toilet, ruang kerja serta fasilitas anjungan ATM yang tersedia di SPBU di Kota Jayapura, Jumat (27/03/2020).

Unit Manager Communication, Relations dan CSR MOR VIII PT Pertamina (Persero), Edi Mangun mengatakan, upaya sterilisasi SPBU telah dilakukan lebih dari 70% SPBU yang ada di wilayah MOR VIII dengan dilaksanakannya penyemprotan disinfektan dan penyediaan fasilitas cuci tangan guna sebagai perlindungan konsumen secara bertahap ke SPBU lainnya.

Petugas menyemprotkan cairan disinfeksi di areal SPBU di Kota Jayapura, Papua. Foto : MOR VIII

“Tujuan dari penyemprotan cairan disinfektan ini adalah untuk mencegah Covid-19 yang mungkin ada sehingga resiko terpapar virus di tempat kerja menjadi berkurang. Selain itu juga untuk memastikan area operasi Pertamina higienis steril dari bakteri, kuman maupun virus penyebab penyakit,” jelas Edi melalui siaran pers.

Penyemprotan cairan disinfektan ini dimaksudkan agar tidak ada pekerja dan konsumen SPBU yang terpapar Covid-19 di area SPBU dan mencegah penyebaran Covid-19 di Jayapura dan juga wilayah lainnya. Sementara itu, penyediaan sarana cuci tangan di area SPBU ditujukan bagi konsumen dan petugas sebagai bagian dari perlindungan konsumen di area SPBU.

“Semakin banyaknya kasus penyebaran Covid-19 di Papua, khususnya Jayapura, Pertamina terus sigap mendukung pemerintah melakukan langkah antisipasi agar Covid-19 tidak semakin meluas dan menjangkiti pekerja maupun masyarakat sekitar,” tutup Edi. (*/ARF)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.