Gubernur Dominggus Mandacan: Kembalikan Kejayaan ‘PT Cokran’

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan, Petani kakao di Ransiki, Kabupaten Manokwari Selatan harus bisa meproduksi biji kakao seperti pada masa kejayaan PT Cokelat Ransiki (Cokran). Kejayaan itu harus dikembalikan. PT Cokran sempat berjaya di era 1980 hingga 1990 an namun telah tutup.

Pernyataan gubernur ini disampaikan pada acara pengapalan akhir tahun biji kakao kualitas premium, hasil produksi petani kakao yang terhimpun dalam Koperasi Eiber Suth, Ransiki, bertempat di Pelabuhan Manokwari, Kamis (12/11/2020).

Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Plt. Bupati Manokwari Selatan, Musa Kamudi. Biji kakao Ransiki ini merupakan komoditas unggulan Papua Barat. Sebanyak 12 ton biji kakao dikirim dengan tujuan Surabaya, ini menambah produksi kakao yang dikirim antarpulau dan sejumlah negara-negara di Benua Eropa sepanjang tahun 2020 dengan total mencapai 90 ton.

“Saya berharap di tahun depan, yakni tahun 2021 maupun tahun-tahun yang akan datang akan lebih meningkat lagi, bahkan bisa kembali mengulang kejayaan PT Cokran yang mampu menghasilkan 1.000 ton biji kakao setiap bulannya,” ucap gubernur.

Pengembangan kakao sebagai salah satu komoditas lokal unggulan non deforestasi di Papua Barat merupakan program prioritas dan kebijakan utama pemerintah daerah. Program ini sejalandengan pengembangan ekonomi hijau—yang berkelanjutan.

Upaya untuk lebih mengefektifkan upaya pengembangan ekonomi hijau, lanjut gubernur, telah dikeluarkan Instruksi Gubernur untuk dibentuk Satuan Tugas Kkomoditi Unggulan. Satuan ini beranggotakan para pihak dari sektor hulu sampai hilir.

“Anggota satgas ini termasuk pihak pertumbuhan ekonomi hijau yang hari ini juga membantu dalam program konservasi klon unggulan kakao di Ransiki, dengan memberikan bantuan berupa peralatan yang tadi telah saya serahkan,” kata gubernur lagi.

Lihat juga  Papua Barat Tempati Peringkat ke-3 Perlindungan Ketenagakerjaan

Pembangunan berkelanjutan di Provinsi Papua Barat diarahkan melalui pengembangan ekonomi hijau—dengan menitikberatkan pada—komoditas unggulan. Dimana telah ditetapkan komoditas unggulan Papua Barat yakni meliputi komoditi Kakao, Kopi, Pala, Kelapa dalam, Rumput laut dan Ekowisata.

“Perlu dilakukan yakni, pertama untuk lebih meningkatkan hasil produksi dan nilai tambah produk. OPD teknis dan pemerintah daerah harus mengambil peran besar dalam pembinaan koperasi, dan harus didukung semua pihak untuk menciptakan iklim kondusif bagi pertumbuhan industri,” pungkas gubernur.

Dalam kesempatan itu, pemerintah provinsi Papua Barat juga menyerahkan peralatan pengolahan biji kakao kepada koperasi Eiber Suth berupa mesin sortasi, rumah pembibitan, hingga karung pengemasan biji kakao siap export. (TRI)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *