Beranda Teluk Bintuni Masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni Minta Pemprov Papua Barat Tuntaskan Ruas Merdey-Mogoy

Masyarakat Kabupaten Teluk Bintuni Minta Pemprov Papua Barat Tuntaskan Ruas Merdey-Mogoy

324
0
Kepala Distrik Merdey, Yustina Ogoney (tengah) didampingi tokoh pemuda distrik setempat masing-masing Titus Ogoney (kiri) dan Daniel Ogoney (kanan) memberikan keterangan pers terkait peningkatan ruas jalan Merdey-Mogoy sepanjang 42 kilometer. Foto : RBM/PKT

MANOKWARI, Papuakita.com – Peningkatan ruas jalan Merdey-Mogoy  telah meningkatkan mobilitas arus manusia maupun barang. Harga transportasi dari Bintuni menuju tiga daerah tersebut maupun arah sebaliknya, serta  harga barang kebutuhan pokok dapat ditekan turun.

Jalur ini menghubungkan tiga distrik (Merdey, Biscoop, dan Masyepa) di Kabupaten Teluk Bintuni. Meski demikian, masyarakat yang bermukim di wilayah tiga distrik tersebut menghendaki pengerjaan ruas jalan sepanjang kurang lebih 42 kilometer ini dikerjakan secara besama oleh Pemerintah Provinsi Papua Barat dan pemerintah kabupaten Teluk Bintuni di Tahun Anggaran 2018.

Kepala Distrik Merdey, Yustina Ogoney mengatakan, peningkatan ruas jalan telah memberikan dampak positif. Misalnya, memangkas waktu tempuh dari 7-8 jam berkurang menjadi lebih kurang 3,5 jam. Harga transportasi juga untuk sekali jalan dari senilai Rp8-12 juta turun menjadi Rp3 juta. Biasanya masyarakat patungan untuk bisa menyewa kendaraan.

“Mewakili masyarakat di tiga distrik, menyampaikan terima kasih kepada bapak bertiga (gubernur, kepala dinas PURP provinsi Papua Barat, dan bupati) yang telah cepat tanggap memperbaiki ruas jalan Merdey-Mogoy yang rusak selama kurang lebih 15 tahun sehingga membuat masyarakat cukup menderita,” kata Yustina Ogoney, Sabtu (17/11/2018).

Menurut Yustina, dampak peningkatan ruas jalan Merdey-Mogoy juga ikut dirasakan oleh masyarakat yang berada di Distrik Moskona Timur. Wilayah ini paling jauh dan sulit diakses. Distrik Merdey adalah wilayah tertua di suku Moskona. Diyakini, ketika askes dari dan menuju ke Merdey terbuka, maka wilayah Moskona lainnya akan mudah diakses juga.

“Masyarakat distrik Moskona Timur bisa ikut akses lewat ruas Merdey-Mogoy karena ada ruas jalan dari tiga distrik ini menuju ke Moskona Timur. Pesawat yang biasa dipakai dan bikin orang berkelahi karena penuh, sekarang terbang dengan 2-3 penumpang saja,” ujar Yustina Ogoney.

Mewakili aspirasi masyarakat di tiga distrik, Yustina meminta tahapan peningkatan ruas Merdey-Mogoy tetap lanjutkan sampai dengan tahap pengaspalan di Tahun Anggaran 2019, termasuk pembangunan jembatan Sungai Meyof. Yustina khawatir jika jalan tidak dilanjutkan sampai tahap pengaspalan jalan akan rusak.

“Masyarakat tiga distrik meminta agar pekerjaan ruas jalan Merdey-Mogoy diserahkan ke Dinas PUPR provinsi Papua Barat sesuai dengan program yang sudah di input untuk tahun anggaran 2019. Serahkan ke pemerintah provinsi biar pekerjaannya lebih efektif dan cepat,” ungkapnya.

Tokoh pemuda distrik Merdey, Daniel Ogoney mengaperasiasi langkah pemerintah karena cepat tanggap terhadap kebutuhan masyarakat di wilayah Moskona.

“Ini merupakan sebuah prestasi kerja secara cepat dan sesuai kebutuhan masyarakat tiga distrik. Kami minta kepada gubernur, kepala dinas PUPR dan bupati agar jalan dikerjakan sampai dengan pengaspalan termasuk pembangunan jembatan sungai Meyof,” tambah Danile. (RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here