Beranda Teluk Bintuni SKK Migas: Penyegelan Dilakukan Masyarakat Bukan Asli Kampung Tanah Merah Baru

SKK Migas: Penyegelan Dilakukan Masyarakat Bukan Asli Kampung Tanah Merah Baru

357
0
Perwakilan aparat kepolisian berdialog dengan masyarakat di Kampung Tanah Merah Baru yang melakukan penyegelan terhadap Pos Inap Karyawan BP Tangguh di kampung Tanah Merah, Distrik Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni. Dok. Humas Polda Papua Barat

MANOKWARI, Papuakita.com – Penyegelan Pos Inap BP Tangguh di Kampung Tanah Merah Baru, Distrik Sumuri, Kabupaten Teluk Bintuni pada 19 November lalu, dilakukan oleh beberapa masyarakat yang bukan asli kampung Tanah Merah Baru.

Hal itu diungkapkan Kepala Departemen SKK Migas Papua Maluku, Galih W. Agusetiawan melalui pesan whatsapp kepada papuakita.com, Sabtu (24/11/2018)

“Sebagai informasi, pemalangan dilakukan pada Pos Inap. Jadi bukan kantor BP. Pemalangan dilakukan oleh beberapa masyarakat orang yang bukan asli kampung Tanah Merah Baru,” tulis Galih.

Seperti diberitakan sebelumnya, sekira 50 an masyarakat melakukan aksi penyegelan di Kantor perwakilan BP Tangguh/ LARAP (Land Acquisition and Resettlement Action Plan) atau rencana aksi pembebasan tanah dan pemukiman kembali, di Kampung Tanah Merah Baru.

Aksi penyegelan itu dilatarbelakangi persoalan penerimaan tenaga kerja yang melibatkan warga asli Kampung Tanah Merah Baru. Juga terkait pemadaman listrik

“Namun pemalangan (penyegelan, red) sudah dibuka serta situasi telah kondusif, setelah disampaikan penjelasan terkait padamnya listrik karena adanya kerusakan jaringan dan proses rekrutmen projek tangguh saat ini, perlu memprioritaskan orang asli dari suku-suku agar sesuai dengan dokumen persetujuan AMDAL Tangguh LNG, bukan pendatang,” ucap Galih.

Adapun pihak BP Tangguh mengonfirmasikan bahwa situasi di Kampung Tanah Merah Baru, sudah kondusif setelah aksi penyegelan yang dilakukan masyarakat setempat. Penyegalan disampaikan bukan terjadi di kantor perwakilan, tetapi di pos inap yang berada di distrik Sumuri.

Dalam keterangan resminya, BP Tangguh menyatakan, pemadaman listrik terjadi dikarenakan adanya kerusakan jaringan listrik. Namun, kondisi ini sudah normal kembali sejak 3 hari lalu.

Mengenai tuntutan pekerjaan, BP Tangguh menyatakan komitmennya dengan tetap mempriortiaskan pekerja asli Papua sebagaimana yang termuat di dalam komitmen Amdal.

Untuk train 3, proses pengerjaannya ini dijalankan oleh CSTS selaku kontraktor dan bekerja sama dengan Dinas Tenaga Kerja. Selain itu, program pengembangan tenaga kerja lokal terus berjalan, salah satunya dengan program pemagangan teknisi Tangguh LNG.

Di mana, saat ini sudah ada sebanyak 112 anak dari 3 angkatan yang sedang mengikuti pelatihan intensif di Ciloto, Jawa Barat. Angkatan pertama akan lulus awal tahun 2019 dan langsung bekerja untuk Tangguh LNG. (RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here