oleh

Pasangan A2 Paparkan Visi dan Misi kepada Warga Kelurahan Wasior dan Kampung Moru

TELUK WONDAMA, PAPUAKITA.com—Kandidat Bupati dan Wakil Bupati Elisa Auparay-Ferry Auparay bertemu dengan warga Kelurahan Wasior dan Kampung Moru, Jumat (2/10/2020).

Pasangan yang familiar dengan tagline A2 ini mencalonkan diri pada suksesi Kabupaten Teluk Wondama (2020-2025).

Dalam pertemuan itu, pasangan A2 memaparkan visi dan misi sebagai kepala daerah dan wakil kepala daerah, serta meminta dukungan warga di dua daerah tersebut.

Kandidat Wakil Bupati Teluk Wondama Ferry Auparay saat berkampanye. Foto : PKT-01

“Teluk Wondama harus menjadi kabupaten yang maju dan modern di Provinsi Papua Barat, pemerintahannya aktif dan melaksanakan pembangunan manusia seutuhnya. Masyarakat Teluk Wondama harus hidup berdaulat, inspiratif, aman, dan damai,” kata kandidat Bupati Elisa Auri.

Kata Eilsa Auri, pasangan A2 berkomitmen memajukan pendidikan di Teluk Wondama dengan menghadirikan pendidikan bermutu yang mudah diakses oleh semua penduduk, terutama usia sekolah.

Komunikasi politik A2 dengan warga di dua daerah tersebut, juga disampaikan soal misi pengembangan sarana dan pelayanan kesehatan yang menjangkau setiap komunitas, pengembangan ekonomi rakyat yang berkeadilan dengan menciptakan investasi yang kondusif

Memperkokoh ketahanan sosial keamanan ketertiban dan kentetraman masyarakat, serta melindungi kekayaan hak masyarakat adat akan sumber daya alam sehingga menguntungkan setiap komunitas di pusat-pusat perekonomian.

“IPM kabupaten Teluk Wondama paling terendah di provinsi Papua Barat. IPM Teluk Wondama sampai dengan sekarang 56, 67 poin,” ujar Auri.

“Ketika Tuhan berkenan Pasangan Auri-Auparay terpilih, maka kami akan melakukan perubahan, peningkatan kapasitas guru di sekolah-sekolah dan menjamin kesejahteraan guru

Pendistribusian guru harus dilakukan secara merata sehingga tidak lagi ada sekolah yang kosong karena tidak ada tenaga guru,” sambung Auri.

Dibidang pendidikan, lanjut Auri, kualitas anak-anak Wondama harus ditingkatkan. Upaya ini akan dilakukan melalui pembimbingan sejak anak-anak duduk di kelas VIII SMA/SMK.

“Mereka akan dibina dan mengikuti bimbingan serta pelatihan selama 3 bulan. Apa bila lulus maka memenuhi satu syarat menlanjutkan ke pendidikan akademi

Ini menjadi bekal bagi mereka ketika sudah lulus dan mendaftar seleksi CPNS yang sudah menerapkan sistem CAT (computer assisted test), maka akan mudah,” tutupnya. (PKT-01)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed