Beranda Teluk Wondama Pendukung Pasangan A2 Diimbau Tidak Berlebihan Berpendapat di Medsos

Pendukung Pasangan A2 Diimbau Tidak Berlebihan Berpendapat di Medsos

191
0
Ketua Tim Pemenangan Calon Bupati dan Wakil Bupati pasangan Elysa Auri-Feri Auparay, Gayus Baibaba. Foto : PKT-01

TELUK WONDAMA, PAPUAKITA.comPendukung pasangan Aury-Auparay (A2), diimbau tidak berlebihan dalam mengemukakan pendapat, terutama di media sosial (Medsos). Sehinga tidak menciptakan kegaduhan politik.

Demikian diungkapkan Ketua Tim Pemenangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Teluk Wondama, pasangan Elysa Aury-Fery Auparay, Robert Gayus Baibaba. Ia juga meminta, masyarakat kabupaten Teluk Wondama tidak mudah terhasut dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya.

“Menyampaikan pendapat terutama dalam media sosial supaya tidak berlebihan. Karena seperti itu seolah-olah telah mendahului kehendak Tuhan dan keputusan Mahkama Konstitusi,” ungkap Gayus Baibaba saat ditemui, Kamis (11/3/2021).

Kata Gayus Baibaba, Mahkama Konstitusi (MK), telah menggelar sidang terkahir atas perselisihan hasil pemilihan (PHP) bupati Teluk Wondama pada 26 Februari 2021 lalu. Dirinya mengatakan, pasangan baik A2 maupun HEMAT (Hendrik Mambor-Andarias Kayukatui) tentu memiliki keyakinan sesuai persepsi masing-masing terkait PHP tersebut.

“Terkait keputusan, tentunya kita serahkan pada MK yang memutuskan sesuai dengan hasil persidangan. Alat bukti dan kesaksian itulah yang akan meyakinkan 9 hakim konstitusi untuk memutuskan hasilnya seperti apa, dan ini akan disampaikan antara tanggal 19-24 Maret mendatang,” ujarnya.

Gayus Baibaba memilih tak mau mengomentari statemen ataupun klaim pihak-pihak terkait PHP bupati Teluk Wondama. Menurut dia, upaya hukum yang tengah berjalan dengan di tingkatakan MK sudah sesuai dengan Undang Undang, hanya tinggal menunggu keputusan final saja.

“Sesuai permohonan A2 adalah PSU. Kami melihat ada pelanggaran-pelanggaran. Kita sudah laporkan itu juga ke Bawaslu agar dilakukan PSU. Kalau ada keputusan lain, itu adalah penilaian dari para hakim konstitusi,” ujarnya lagi.

Fakta-fakta persidangan, menurut Gayus Baibaba, pasangan A2 meyakini bahwa apa yang dimohonkan dalam permohonan ke MK sangat kuat. Hal itu nampak saat KPU dan Bawaslu kabupaten Teluk Wondama kesulitan untuk mengimbangi jalannya persidangan saat itu.

Lihat juga  Bupati Imburi : Satu Kampung Cukup Satu Paud

“Kepada semua masyarakat Wondama dan juga untuk pendukung pasangan A2 maupun HEMAT, kita harus mendukung proses yang berjalan di MK. Dan menunggu keputusan finalnya. Hormati proses ini sehingga apapun keputusannya kita harus tunduk dan patuh ,” tuturnya.

Gayus Baibaba menambahkan, semua pihak juga harus bisa menerima keputusannya jika MK memutuskan untuk menerima permohonan A2 sebagai pemohon. “Terima hasil tersebut sebagai sebuah proses demokrasi,” pungkasnya. (PKT-01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.