Beranda Wisata Dominggus Mandacan Promosikan Potensi Wisata Kabupaten Pegunungan Arfak ke Menteri Yohana Yembise

Dominggus Mandacan Promosikan Potensi Wisata Kabupaten Pegunungan Arfak ke Menteri Yohana Yembise

103
0
Pencanangan Mama Noken dan Anak Noken
Kunjungan Menteri Yohana Yembise di Kabupaten Pegunungan Arfak. Foto : PKT/01

PEGUNUNGAN ARFAK, PAPUAKITA.COM – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengatakan, dari 12 kabupaten dan satu kota, kondisi geografis Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) memiliki tingkat kesulitan paling tinggi.

Kata gubernur, ke depannya Pemerintah Provinsi Papua Barat bersama pemerintah kabupaten Pegaf akan fokus membangun infrastruktur, untuk menjangkau obyek wisata pegunungan di Pegaf. Dengan harapan bisa mendunia.

Pariwisata Papua BArat
Landscape Pulau Wayag, Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat. Foto : Istimewa

“Di kabupaten Pegunungan Arfak terdapat dua danau yang sangat indah, goa yang dalamnya 2.000 meter, air terjun di beberapa distrik. Saya harapkan ada program dari pusat yang turun ke daerah, kabupaten Pegunungan Arfak khususnya untuk mama mama Arfak,” ujar gubernur.

Potensi wisata di Pegaf tersebut diungkapkan Dominggus Mandacan di sela kunjungan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Susan Yembise, Sabtu (23/2/2019).

Sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Papua Barat, Yusak Wabia mengatakan, salah satu upaya yang telah dilakukan untuk mengekspos keindahkan alam kabupaten Pegaf, adalah pergelaran Festival Danau Anggi.

“Festival Danau Anggi dilakukan sejak kepemimpinan saya sebagai caretaker bupati Pegunungan Arfak. Awalnya ini usulan dari masyarakat juga. Festival itu langkah awal untuk memperkenalkan potensi wisata di Pegaf,” kata dia.

Pergelaran festival ini berlangsung sekira dua kali saja. Alasan pendanaan dan perencanaan yang tidak maksimal sehingga dihentikan sampai saat ini.

Kepala Perwakilan Bank Indonesi Provinsi Papua Barat, S Donny H. Heatubun mengatakan, perekonomian Papua Barat ditopang oleh sumber daya alam khusus di sektor minyak dan gas (Migas).

Dengan demikian, perlu bagi pemerintah daerah mulai memikirkan potensi lain yang bisa menumbuhkan perekonomian di Papua Barat. Mengingat industri ekstraktif yang beroperasi memiliki batas waktu dan rentan menimbulkan dampak lingkungan.

“Kalau Papua Barat itu cocok pariwisata. Itu yang menjadi andalan selanjutnya,” ujar Donny.

Menurut Donny, pengembangan sektor pariwisata bisa hidupkan industri lainnya. Selain itu, investasi di sektor wisata memang membutuhkan dukungan anggaran besar, tetapi anggaran yang dibutuhkan untuk membangun industri manufaktur jauh lebih besar lagi.

“Minimal dari sisi wisata kita tidak buat pemandangannya kan sudah ada di situ. Coba kalau manufakturing butuh berapa biaya. Isu lingkungan terkait pariwisata juga lebih tertib. Jadi pariwisata yang lebih akan lebih dorong oleh BI di Papua Barat,” kata Donny. (PKT/01/RBM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here