MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Komisi II DPR Provinsi Papua Barat (DPRP PB) temukan masalah dalam penyaluran bantuan Bahan Bangunan Rumah (BBR), beasiswa pendidikan, hingga penolakan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Temuan masalah tersebut terekam saat rombongan komisi melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Manokwari Selatan sejak 12-16 Maret 2026. Rombongan komisi mengunjungi kantor bupati Kabupaten Manokwari Selatan, Kampung Nuhuwei, Distrik Ransiki, dan beberapa Posyandu.
“Saat berkunjung ke kantor bupati, kami diterima oleh pak Sekda Mansel dan Asisten III. Beberapa informasi penting disampaikan dari pemerintah kabupaten Manokwari Selatan. Diantaranya, masalah BBR, beasiswa pendidikan, dan penolakan MBG,” ungkap Sekretaris Komisi Rudi Sirua, Sabtu 14 Maret 2026.
Dari informasi yang diperoleh, kata Rudi Sirua, penyaluran beasiswa pendidikan kepada penerima manfaat disinyalir hanya diterima oleh oknum tertentu dan secara berulang kali. Selain itu, kunker kali ini, bertujuan untuk mengecek langsung penyaluran bantuan dari DPMK kepada masyarakat.
“Sempat kami kunjungan ke Posyandu dan Posyandu Gracia untuk pengecekan bantuan alat kesehatan. Juga kunjungan ke Kampung Nuhuwei, Distrik Ransiki terkait penyaluran BBR. Temuan soal BBR ini, ternyata bantuannya turun di kampung lain. Bukan di kampung Nuhuwei,” ujarnya.
Atas permasalahan yang ada di lapangan saat kunker, Rudi Sirua menegaskan, bahwa Komisi II akan membawa masalah ini dalam rapat dengar pendapat bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang menjadi mitra kerja.
“Soal program Makan Bergizi Gratis (MBG), kabupaten Manokwari Selatan menolak program ini. Mereka lebih mendesak bantuan pendidikan gratis yang harusnya diutamakan. Mansel menolak MBG gratis dan hanya mau bantuan sekolah gratis dalam pembiayaan,” kata Rudi Sirua.
Hasil kunjungan kerja Komisi II, juga mencatat persoalan mendasar dalam pelayanan kesehatan, pendidikan, dan sektor ekonomi kreatif. Beberapa bidang ini perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah setempat.
“Banyak hal yang jadi permasalahan di kabupaten Mansel, itu terkait beasiswa pendidikan, bidang kesehatan yang masih kekurangan tenaga medis. Juga peningkatan ekonomi melalui pengembangan sektor pariwisata,” pungkasnya.
