MANOKWARI,PAPUAKITA.com—Hutan mangrove Bintuni, kawasan Pegunungan Arfak (Pegaf), dan Teluk Triton Kaimana ditetapkan sebagai tiga wilayah prioritas yang akan dikembangkan menjadi destinasi pariwisata unggulan di Papua Barat.
Ketua Bapemperda DPR Provinsi Papua Barat, Amin Ngabalin, mengatakan bahwa pengembangan sektor pariwisata di daerah tersebut akan difokuskan pada kawasan yang memiliki daya tarik dan bisa mendunia.
Menurutnya, hutan mangrove Bintuni, Pegunungan Arfak, dan Teluk Triton memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara maksimal menjadi objek wisata unggulan Papua Barat.
“Hutan mangrove di Bintuni merupakan yang terbesar kedua di dunia. Ini telah mendapat pengakuan global sehingga sangat potensial untuk dijadikan objek wisata unggulan,” ujarnya, Rabu (17/9/2025).
Selain itu, kawasan Pegunungan Arfak dengan suhu dingin khas pegunungan serta panorama alam termasuk Danau Anggi Giji dan Anggi Gida disebut memiliki nilai tinggi sebagai destinasi unggulan. Sementara, Teluk Triton Kaimana, yang telah dikenal luas secara internasional, juga dianggap memiliki peluang besar untuk dikelola lebih serius oleh pemerintah Provinsi Papua Barat.
“Tiga titik itu menjadi objek unggulan yang dikembangkan agar ke depan kita punya ikon pariwisata Papua Barat. Mengapa tiga titik ini? Karena tiga tempat ini telah memiliki nilai dan dikenal dunia,” lanjut Amin.
Meski demikian, Amin menegaskan, pemerintah juga tetap akan mendorong pengembangan objek wisata lain, seperti Pantai Amban di Manokwari yang dikenal sebagai ikon surfing dunia serta wisata Kampung Kwau yang baru saja diresmikan.
