PEGUNUNGAN ARFAK, PAPUAKITA.com—Ketua DPR Provinsi (DPRP) Papua Barat Orgenes Wonggor yang akrab di sapa Owor ini, melaksanakan kegiatan reses perdana tahun 2026 di Kampung Anggra, Distrik Minyambouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Senin 16 Februari 2026.
Dalam kesempatan reses ini, Owor menjelaskan bahwa reses adalah bentuk kegiatan luar kantor anggota DPRP, untuk kembali ke daerah pemilihannya. Dengan tujuan menyerap aspirasi langsung dari konstituen.
“Aspirasi yang diusulkan sesuai dengan kebutuhan. Misalnya di bidang pendidikan, kesehatan, perekonomian, infrastruktur. Walaupun usulan banyak, tetapi kita akan lihat yang menjadi prioritas. Agar usulan yang disampaikan bisa direalisasikan,” kata Owor.
Semua usulan, sebut Owor pasti merujuk pada kebutuhan masyarakat. Tetapi, ia mengajak konstituennya juga mesti melihat kondisi kemampuan keuangan daerah.
“Aspirasi dari bawah atau masyarakat yang diserap itu sinkron dengan usulan usulan yang ada dalam Musrenbang. Anggaran pembangunan dinamis. Seiring dengan Aturan pengelolaan anggaran yang berubah-ubah,” ujarnya.
Politisi Golkar ini menegaskan, bahwa anggaran yang terbatas juga berdampak pada program dan kegiatan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
‘Kalau dulu alokasi anggaran cukup besar. Tapi sekarang ini terbatas. Apa lagi saat ini anggaran yang turun dari pusat sudah jelas peruntukkannya. Jadi kita harus usulkan yang benar-benar prioritas. Mesti hanya 1 atau 2 kegiatan,” ucap Owor.
Usulan prioritas
Perwakilan warga kampung Anggra, Mesak mengatakan, usulan prioritas masyarakat mencakup pembangunan bronjong atau talud di sekitar permukiman warga, dan MCK, serta bidang pertanian meliputi tanaman hortikultura dan tanaman jangka panjang seperti kopi.
Warga lain, Tedy mengusulkan adanya penerangan jalan berupa pemasangan lampu panel surya. Selanjutnya, usulan dari kalangan mama-mama kampung Anggra adalah adalah meliputi pemberdayaan kelompok pengrajin noken.
“Kami sudah buat proposal ke sejumlah OPD di tingkat provinsi dan kabupaten, tapi belum dijawab sampai saat ini. Warga juga butuh pondok-pondok jualan di pinggir jalan, ini perlu dibantu,” ujar salah seorang warga.
Mendengarkan aspirasi masyarakat, Owor mengaku pembangunan talud, jembatan, dan bidang pertanian adalah menjadi penting. Soal pengresmian gedung gereja baru, dirinya mengupayakan ada bantuan dana.
“Program pertanian kita juga ada usulkan. Akan tetapi akan dilihat apakah masuk atau tidak. Aspirasi yang sudah diserap ini, akan menguatkan kita agar bisa melihat mana saja aspirasi yang terealisasi,” tegas Owor.
Menjad penting, lanjut Owor, bahwa aspirasi yang diusulkan ini harus masuk dalam perencanaan sehingga dapat dipertanggung jawabakan dalam pengelolaan anggaran.
“Bantuan lampu panel surya sudah di beberapa kampung. Ini juga menjadi pengalaman bisa lihat kualitas lampu yang sesuai dengan kebutuhan. Intinya, usulan yang disampaikan itu adalah kebutuha prioritas,” pungkasnya.






