Rombongan Komisi IV DPR Provinsi Papua Barat (DPRP PB) saat melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Manokwari Selatan

Komisi IV DPRP PB temukan permasalahan serius terkait pembangunan sekolah unggulan di Manokwari Selatan

Diposting pada

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Komisi IV DPR Provinsi Papua Barat (DPRP PB) menemukan permasalahan serius di lokasi pembangunan sekolah unggulan yang terletak di Kabupaten Manokwari Selatan

Temuan tersebut berdasarkan kegiatan peninjauan langsung di lapangan sejak 12-16 Maret 2026. Komisi IV DPRP PB, menemukan kondisi fisik bangunan telah rampung sekira 80 persen.

Meski demikian, beberapa fasilitas mengalami kerusakan berat akibat faktor dalam dan minimnya perawatan.

Rombongan Komisi IV DPR Provinsi Papua Barat (DPRP PB) saat melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Manokwari Selatan.

Ketua Komisi IV Rachmad Cahyadi Sinamur mengungkapkan, seluruh area sekolah termasuk akses jalan masuk dan halaman antar-gedung, telah ditumbuhi rumput dan semak belukar.

“Hal ini tidak hanya merusak estetika, tetapi juga mengancam kekuatan struktur pondasi akibat perakaran tanaman. Sehingga berdampak kerugian negara akibat aset yang tidak termanfaatkan (mangkrak) dan hilangnya kesempatan generasi muda lokal untuk mendapatkan pendidikan berkualitas,” ujarnya.

Atas kondisi aset publik tersebut, komisi IV menegaskan bahwa membiarkan bangunan publik terbengkalai hingga rusak adalah bentuk kelalaian tata kelola pemerintahan.

“Harus ada keberanian politik (political will) dari pemerintah provinsi Papua Barat untuk segera mengambil alih dan menuntaskan pembangunan ini dalam satu tahun anggaran,” ucap Rachmad Sinamur.

Kondisi jembatan Masabui

Dalam kesempatan yang sama, Komisi IV DPRP PB juga meninjau jembatan Masabui—yang merupakan akses vital di jalur trans Papua Barat.

Di lokasi jembatan, rombongan DPRP PB menemukan adanya penurunan permukaan tanah pada oprit jembatan (bidang sambung antara aspal jalan dengan badan jembatan).

“Hal ini menciptakan celah atau “lompatan” yang membahayakan kendaraan, terutama kendaraan roda dua dan truk bermuatan berat,”.

Selain itu, saluran pembuangan air pada lantai jembatan tersumbat oleh sedimen (pasir dan sampah). Sehingga mengakibatkan terjadi genangan air di atas badan jembatan saat hujan, yang mempercepat pengelupasan lapisan aspal dan korosi pada sambungan baja.

“Jembatan ini adalah jalur utama logistik. Kerusakan pada jembatan ini akan melumpuhkan distribusi barang dan jasa dari dan menuju Manokwari Selatan,” tutup Rachmad

Untuk itu, Komisi IV mendesak perlu adanya sikap dan langkah pemerintah provinsi Papua Barat dalam menyikapi kondisi kerusakan pada beberapa aset, seperti bangunan sekolah unggulan dan jembatan Masabui.

Ketua Komisi IV Rachad Cahyadi Sinamur memimpin kegiatan kunjungan kerja dalam daerah ini, hadir Wakil Ketua Frids Indow, dan diikuti oleh anggota komisi masing-masing, Gilang Pinandito, Dantopan Sarugallo, Samuel Agung, Badarudin Heremba, Asri, dan Agustinus Orocomna.