Ketua PWI Papua Barat Bustam menyerahkan pataka kepada Ketua PWI Kaimana terpilih Frederik Lamawuran di sela pelaksanaan konferensi.

Frederik Lamawuran terpilih sebagai Ketua PWI Kaimana periode 2026-2029

Diposting pada

KAIMANA, PAPUAKITA.com—Pelaksanaan Konferensi II Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Kaimana secara resmi menetapkan Frederik Lamawuran sebagai ketua terpilih periode 2026-2029.

Kegiatan konferensi ini berlangsung Senin 30 Maret 2026. Suasana demokrasi terasa kuat pada konferensi yang dihadiri Ketua dan Sekretaris PWI Papua Barat, serta anggota PWI Kaimana. Sebanyak 16 anggota PWI Kaimana yang hadir, meliputi 10 anggota biasa dan 6 anggota muda.

Pada tahapan proses penjaringan, muncul tiga nama bakal calon ketua, di antaranya Klara Isabela Wisang (kaimananews.com), Jacobus Onweng (RRI Kaimana), dan Frederik Lamawuran (Voxkaimana.com). Adapun pelaksanaan pemilihan berlangsung lancar. Hasilnya, Frederik Lamawuran meraih 6 suara,Klara Isabela Wisang memperoleh 3 suara, sementara Jacobus Onweng mendapatkan 2 suara.

Ketua PWI Papua Barat, Bustam menekankan pentingnya menjaga perilaku dan Kode Etik Jurnalis (KEJ) dalam menjalankan tugas jurnalistik. Bustam menegaskan bahwa jurnalis harus memiliki integritas dan profesionalisme dalam menjalankan tugasnya.

“Kita harus menjadi contoh bagi masyarakat dengan perilaku yang baik dan mematuhi kode etik jurnalis, ” ucapnya.

Menurutnya, PWI merupakan organisasi wartawan tertua di Indonesia yang didirikan pada 9 Februari 1946 di Solo, Jawa Tengah. PWI memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas jurnalistik, melindungi hak-hak wartawan, dan memperjuangkan kebebasan pers di Indonesia, dengan berpedoman kepada KEJ.

Bustam menegaskan ada empat organisasi profesi wartawan di Indonesia yakni PWI, AJI, IJTI, dan juga SPS dan ada tujuh organisasi perusahaan media yang diakui oleh Dewan Pers.

“Tantangan Pers di era digital saat ini yakni bagaimana mengintegrasikan diri dengan media sosial dan teknologi, sehingga tetap relevan dan efektif dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat, “ujarnya.

Bustam menekankan bahwa Pers memiliki peranan penting dalam menyampaikan informasi yang akurat, meningkatkan kesadaran masyarakat serta mengawasi kebijakan pemerintah dalam mendorong pembangunan di segala bidang.

“Seorang jurnalis wajib mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) untuk meningkatkan profesionalisme dan kualitas jurnalistik, sehingga mereka bisa berkompeten, ” tambahnya.

“Dengan tetap bersinergi bersama pemerintah daerah, Pers berperan penting sebagai pilar demokrasi, dalam membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tutupnya. (*)