Kebutuhan LPG masyarakat di Manokwari dan wilayah Papua Barat dipastikan dalam kondisi aman. Pertamina Patra Niaga memperkuat rantai distribusi dan menjaga pasokan LPG nonsubsidi agar tetap tersedia di tengah tantangan distribusi akibat dampak geopolitik global.

LPG di Manokwari aman, Pertamina perkuat suplai di tengah tantangan distribusi

Diposting pada

MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Kebutuhan LPG masyarakat di Manokwari dan wilayah Papua Barat dipastikan dalam kondisi aman. Pertamina Patra Niaga memperkuat rantai distribusi dan menjaga pasokan LPG nonsubsidi agar tetap tersedia di tengah tantangan distribusi akibat dampak geopolitik global.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Regional Papua Maluku Ispiani Abbas mengatakan, Pertamina terus melakukan suplai berkala dan memperkuat koordinasi bersama pemerintah daerah serta stakeholder terkait guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi.

“Pertamina memastikan stok LPG nonsubsidi untuk wilayah Manokwari terus disuplai secara berkala. Saat ini distribusi terus berjalan guna menjaga keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat,” ujar Ispiani, Rabu 20 Mei 2026.

Adapun data stok LPG di Manokwari per 19 Mei tercatat Bright Gas 5,5 kilogram sebanyak 1.433 tabung, Bright Gas 12 kilogram sebanyak 7.602 tabung, serta LPG 50 kilogram sebanyak 120 tabung.

Guna memperkuat distribusi, Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku telah berdiskusi bersama pemerintah daerah dan sejumlah stakeholder terkait membahas upaya alih suplai distribusi LPG di wilayah Papua Barat.

Penggunaan LCT

Dalam pembahasan mengemuka rencana penggunaan Landing Craft Tank (LCT) guna mendukung kelancaran distribusi LPG di Papua Barat ke depan.

“Upaya ini dilakukan untuk m0emperkuat jaminan ketersediaan LPG nonsubsidi. Kami juga telah melakukan alih suplai LPG dari Surabaya ke Jayapura dalam kondisi yang masih terdampak geopolitik global. Harapannya, rantai distribusi semakin kuat dan pasokan LPG di Manokwari tetap stabil,” jelasnya.

Selain memastikan distribusi berjalan lancar, Pertamina juga berkoordinasi dengan instansi pemerintah dan aparat penegak hukum guna mengantisipasi praktik penimbunan maupun penyelewengan LPG.

Masyarakat pun diimbau membeli LPG sesuai kebutuhan dan bersama-sama menjaga kondisi distribusi tetap kondusif.

“Kami mengajak seluruh elemen pemerintah dan masyarakat mendukung proses penyaluran LPG agar kebutuhan energi masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” tambah Ispiani.

Sementara itu, Pengolah Data Migas Dinas ESDM Provinsi Papua Barat, Frits Morin menegaskan pemerintah mendukung langkah penguatan distribusi LPG oleh Pertamina.

“Bersama Pertamina, pemerintah berkomitmen menjaga keandalan distribusi energi di wilayah Papua Barat agar kebutuhan LPG masyarakat dapat terpenuhi secara optimal,” kata Frits.