MANOKWARI, PAPUAKITA.COM—Managemen PT SDIC Papua Cemen Indonesia merealisasikan ganti rugi areal pembangunan pabrik semen Maruni kepada masyarakat suku Mansim sebagai pemilik ulayat seniali Rp8 miliar lebih. Ganti rugi itu meliputi areal pabrik dan gunung kapur.
Pembayaran ganti rugi yang dilaksanakan dalam rapat koordinasi, ini dihadiri oleh Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan. Dalam arahannya, gubernur mengingatkan, keluarga suku Mansim untuk terus mendukung keberadaan pabrik semen.

“Proses hukum sudah selesai. Ingat keluarga ini, kita ini satu keluarga adat dan budaya satu keluarga besar Arfak. Kita ini dibedakan karena bahasa saja,” kata gubernur, Rabu (15/5/2019).
“Jangan karena pabrik semen, ada perpecahan diantara keluarga. Tidak boleh ada perpecahan diantara kita. Jangan karena pabrik semen ada pihak yang rasa dirugikan. Jangan bayar hari ini kita berkelahi, tapi pikirkan manfaat ke depan. Keluarga Mansim harus siap jangan tidak siap,” sambung gubernur.
Gubernur menekankan, kehadiran pabrik semen harus memberikan manfaat bagi masyarakat Manokwari khususnya masyarakat asli Papua. Sehingga dalam penerimaan tenaga kerja ada skala prioritas bagi anak-anak asli Papua.
Selain itu, gubernur juga mengingatkan agar anak-anak asli Papua harus menyiapkan diri sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan perusahaan. Untuk itu, perusahaan juga diingatkan membina dan melatih tenaga kerja asli Papua sehingga memiliki kemampuan dan skil.
“Saya sering sampaikan ke pabrik, jadi lingkaran 1 itu suku Mansim, lingkaran 2 itu suku Arfak, lingkaran 3 itu asli Papua, dan lingkaran 4 itu yang lahir dan besar di Papua. Uang itu sebentar saja habis, ilmu tidak akan habis sehingga diharapkan anak anak kita bisa dilatih dan bisa kerja di pabrik semen,” kata gubernur berpesan.
Bupati Demas Paulus Mandacan dalam arahannya mengharapkan, pihak keluarga bisa terima dengan baik ganti rugi tanah ulayat yang dibayarkan oleh perusahaan. Ia berpesan, semua kelompokk penerima harus melakukan pembagian secara transparan.
“Gunakan baik sehingga jadi berkah. Bukan uang saja yang diterima tetapi pemda telah bekerja sama dengan perusahaan untuk program sekolah ke China. Bukan uang yang hari ini saja habis tapi kita butuh SDM. Jangan hanya lihat uang sehingga kita jadi penonton saja,” kata bupati menambahkan. (RBM)