MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Manokwari merekomendasikan penutupan HADI Supermarket. Penutupan ini berkaitan dengan 4 kasus positif Covid-19 karyawan bagian gudang di pusat perbelanjaan tersebut.
“Besok dan lusa (baca: Kamis-Jumat), kita melakukan penutupan terhadap seluruh pelayanan HADI supermarket, ini untuk pelaksanaan disinfekfan secara menyeluruh atau total. Mulai dari dalam ruangan, gudang, dan halaman parkirnya,” kata Ketua Gugus Tugas (Gustu) Covid-19, drg. Hendri Sembiring, Rabu (9/9/2020).

Penutupan salah satu pusat perbelajaan tersebut menjadi warning bagi pusat perbelanjaan atau toko maupun ruko yang ada di daerah ini.
“Penutupan ini menjadi sebuah warning untuk semua pusat perbelanjaan yang ada di kabupaten Manokwari. Apa bila ada karyawannya yang terkonfirmasi gejala segera laporkan ke petugas kesehatan yang ada di wilayahnya. Kalau di daerah Wosi, lapor ke Puskesmas Wosi. Atau di daerah Sanggeng, lapor ke puskesmas Sanggeng untuk segera dilakukan rapid tes,” jelas Sembiring.
“Jika hasil rapid tesnya reaktif maka ditindaklanjuti dengan pemeriksaan swab. Diperiksa apakah negatif atau positif. Jadi tidak semua pusat perbelanjaan itu wajib lakukan rapid tes. Artinya, ada gejala, ada keluhan dari karyawan maka segera seperti HADI supermarket, dimana 1 karyawan reaktif kemudian dilakukan swab dan hasilnya positif,” sambung Sembiring.
Diketahui, sedikitnya 16 karyawan HADI supermarket telah melakukan pemeriksaan swab. Dari hasil pemeriksaan diketahui, bahwa 4 orang dinyatakan positif Covid-19.
“Kita langsung kerja sama dengan manajemen HADI untuk perawatan karyawan yang positif di faskar (fasilitas karantina). Setelah itu, gugus tugas lakukan tracking, rapid semua yang kontak erat dengan karyawan yang pertama terkonfirmasi positif. Jadi ada 4 orang karyawan HADI yang positif. Semua sudah menjalani perawatan dan telah memasuki hari ke 5 dan ke 6,” beber Sembiring.
Kasus positif Covid-19 HADI supermarket ini, Sembiring menegaskan, semua pusat perbelanjaan atau pertokoan wajib menerapkan protokol kesehatan. Yakni wajib menyediakan tempat cuci tangan yang memakai sabun dan mewajibkan setiap masyarakat yang hendak berbelanja memakai masker.
“Kalau tidak pakai masker jangan diperbolehkan berbelanja. Kalau marah maka tugas sekuriti yang amankan. Juga wajib jaga jarak saat belanja di dalam supaya tidak tertular,” ujarnya.
Terpisah, General Manajer HADI Supermarket, Frangki Laloan membenarkan soal penutupan layanan selama 2 hari tersebut. Ia mengatakan, penutupan sebagai langkah tepat dan upaya memutus mata rantai penularan Covid-19 sesuai dengan rekomendasi gugus tugas.
“Rekomendasi ini dari gugus tugas. Jadi ranahnya untuk itu (disinfeksi) akan dilakukan oleh gugus tugas. Rekomendasi penutupan ini sudah ditandatangani oleh bupati. Jadi sterilisasi keseluruhan itu oleh gugus tugas tetapi disarankan untuk ke depan, kita tetap rutin melakukan penyemprotan disinfektan,” katanya.

Frangki mengatakan, aktivitas seluruh karyawan dihentikan selama 2 hari (Kamis-Jumat). Meski demikian, ada beberapa karyawan yang telah diminta untuk mendampingi gustu saat penyemprotan disinfektan.
Manajemen HADI supermarket telah mengeluarkan pengumuman tentang penutupan layanan. Pengumuna sudah dibuat secara tertulis dan telah disampaikan secara resmi kepada masyarakat.
“Penutupan ini untuk kenyamanan, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” tutup Frangki.
Sebelumnya, Pansus Covid-19 DPRD telah menggelar pertemuan dengan manajemen HADI supermarket, pertemuan ini dihadiri juga oleh gugus tugas. Dalam pertemuan tersebut memang diusulkan ada penghentian pelayanan yang dilakukan sementara waktu.
Dalam pertemuan itu, pihak manajemen juga diingatkan soal penerapan protokol kesehatan. Misalnya menyediakan tempat cuci tangan, menyediakan stok masker hingga mengontrol karyawan agar patuh melaksanakan protokol kesehatan.
“Pertemuan kemarin itu merekomendasikan HADI supermarket ditutup selama 2 hari. Kalau swisbel hotel tidak direkomendasikan untuk tutup. Dalam kesempatan ini, gugus tugas bisa turun untuk memastikan status kesehatan semua karyawan karena isu soal kasus positif Covid-19 di HADI ini menyebar liar di tengah masyarakat,” ujar Ketua Pansus Covid DPRD, Romer Tapilatu.
Romer Tapilatu menambahkan, penutupan layanan sangat membantu manajemen HADI dalam menyikapi dinamika informasi yang berkembang, serta menjadi kredit point untuk memulihkan kepercayaan masyarakat Manokwari. Bahwa berbelanja di HADI supermarket itu aman dan nyaman tanpa harus ragu karena kasus karyawannya yang positif Covid-19.
“Penutupan ini juga menunjukkan sikap pemerintah daerah melalui gugus tugas dalam menyikapi isu Covid-19 tersebut,” pungkasnya. (ARF)




