JUMAT, 5 Zulhijah 1447 H / 22 Mei 2026 M
Oleh Muhammad Ode Wahyu, S.Pd.I., S.H.
Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar
KHUTBAH PERTAMA
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ..
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ أَصْدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ ِبِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّار
أَيُّهَا النَّاسُ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ
Dalam al-Qur’an Allah –Ta’ala- berfirman:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ
Terjemahannya: “Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (QS. At-Tahrim: 6).
Pada ayat ini Allah –Ta’ala- memerintahkan kepada kita semua agar dapat menjaga dan mencegah diri dan keluarga dari siksa api neraka. Ayat ini juga menunjukkan kepada kita bahwa seorang muslim memiliki tugas untuk mendidik dan membina dirinya serta keluarganya agar ia memahami jalan-jalan yang dapat menyelamatkan dirinya dari api neraka, serta memahami perbuatan-perbuatan yang berakibat siksa pada hari kiamat.
Ayat ini juga memberi pesan kepada setiap muslim agar ia membangun rumah tangga yang berlandsakan rasa takut pada Allah dan siksa-Nya. Sehingga, anak-anaknya tumbuh menjadi hamba yang shalih, yang selalu mengedepankan rasa takut dan ingin selamat dari siksa api neraka pada hari kiamat.
Dengan itu, apapun pekerjaannya, setinggi apapun jabatannya, sebanyak apapun hartanya, tujuan hidupnya di dunia ini adalah mengumpulkan bekal agar dapat selamat dari siksa api neraka pada hari kiamat.
Islam sangat memperhatikan masalah keluarga. Perintah untuk menjaga diri dari api neraka disandingkan dengan perintah untuk menjaga keluarga darinya. Ini menunjukkan ada tanggung jawab besar pada setiap kepala keluarga dan pada setiap mereka yang mengemban amanah menjaga keluarganya. Oleh karena itu, dalam al-Qur’an terdapat ayat-ayat khusus yang berbicara mengenai keluarga, misalnya pada firman Allah:
وَأۡمُرۡ أَهۡلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصۡطَبِرۡ عَلَيۡهَاۖ لَا نَسَۡٔلُكَ رِزۡقٗاۖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُكَۗ وَٱلۡعَٰقِبَةُ لِلتَّقۡوَىٰ
Terjemahannya: “Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (QS. Taha: 132)
Maraknya geng motor dan kenakalan remaja akhir-akhir ini merupakan cermin kelalaian sebagian orang tua dan orang-orang yang memiliki tanggung jawab dalam pembinaan terhadap mereka. Mereka mengabaikan firman Allah –ta’ala- yang memerintahkan untuk menjaga keluarganya dari api neraka. Mereka tidak membangun rumah tangga yang islami, yaitu keluarga yang cita-citanya selamat dari api neraka, keluarga yang harapan dan tujuan utamanya masuk ke dalam surga yang penuh kenikmatan.
Hari ini, kebanyakan orang tua, perhatian mereka dalam mendidik dan membina anak-anak mereka lebih fokus pada upaya meraih kejayaan di dunia. Mereka mendidik dan membina anak-anak mereka agar dapat fokus meraih cita-cita dunia semata. Tidak tanggung-tanggung, mereka juga membantu anak-anak mereka untuk mencapai hal itu sekalipun ia merupakan pelanggaran terhadap syariat ataupun hukum yang berlaku di negri ini. Misalnya dengan cara melakukan suap.
Sudah sangat sering kita mendengarkan, sebagian orang yang berharap anaknya mendapatkan pekerjaan, mereka rela melakukan suap demi meraih pekerjaan itu. Rasa takutnya pada api neraka kecil dan ambisi serta keinginan untuk meraih kejayaan di dunia sangatlah besar.
Inilah realita sebagaian umat islam hari ini. Umat yang tumbuh dalam bayang-bayang nikmatnya dunia. Umat yang tumbuh dalam kelalaian terhadap hakikat kehidupan di dunia ini. Umat yang telah terbius oleh racun wahn, yang gila akan kenikmatan dunia dan takut akan kematian.
Mereka sama sekali tidak peduli dengan sabda Nabi –Shallallahu ‘alaihi wasallam-:
لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ
“Sekiranya dunia ini memiliki nilai layaknya sehelai sayap nyamuk, niscaya Allah tidak akan memberikan minuman kepada orang-orang kafir walau seteguk air saja.” (HR. Tirmidzi)
Sudah saatnya kita sadar akan pembinaan terhadap keluarga kita dan khususnya pada anak-anak kita, bahwa kita memiliki tanggung jawab terhadap itu. kita tidak hanya dituntut untuk memberikan makan, minum dan pakaian saja terhadap mereka, tapi juga memiliki kewajiban untuk mendidik mereka untuk memiliki rasa takut kepada Allah.
Akibat kelalaian kita dalam pembinaan terhadap mereka, mereka akhirnya terdidik oleh media sosial yang rusak. Melalui video-video pendek hasil konten kreator yang hanya memikirkan cuan. Konten yang mengajak pada kenakalan remaja dan diantaranya hanya berisi hal-hal yang bersifat pornografi dan adegan yang memancing jiwa untuk melakukan kejahatan seksual, wal’iyadzubillah.
Tidak hanya itu, konten-konten itu juga mempromosikan kejahatan seolah ia adalah perkara yang baik. akhirnya, kenakalan remaja semakin sulit terbendung, geng motor semakin menjamur, dan kasus-kasus kekerasan mereka terjadi dimana-mana.
Geng motor saat ini menjadi perkara yang sangat meresahkan masyarakat akhir-akhir ini. Jangan biarkan anak-anak kita menjadi salah satu anggota mereka. Didiklah anak-anak kita dengan pendidikan yang mengutamakan rasa takut pada Allah. Berilah perhatian pada mereka agar dapat merasakan kehadiran ayah yang selalu mengasihi di sisi mereka, ayah yang menjadi sosok guru panutan dalam kehidupannya, serta ayah yang ditakuti perkataannya.
Allah –Ta’ala- berfirman:
وَإِذۡ قَالَ لُقۡمَٰنُ لِٱبۡنِهِۦ وَهُوَ يَعِظُهُۥ يَٰبُنَيَّ لَا تُشۡرِكۡ بِٱللَّهِۖ إِنَّ ٱلشِّرۡكَ لَظُلۡمٌ عَظِيمٞ
Terjemahannya: “Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: “Hai anakku, janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar”. (QS. Lukman: 13).
Allah –Ta’ala- mengabadaikan kisah Lukman al-Hakim dan wasiatnya kepada anaknya, yang akan terus dibaca oleh kaum muslimin, sebagai pelajaran berharga bahwa tugas seorang ayah bukan semata-mata mencarikan anak-anaknya makanan dan minuman saja, tapi juga sebagai pengarah dan pembimbing, sebagai murabbi yang mendidik pada kebenaran.
Sungguh, banyak dari para ayah saat ini yang mengabaikan tugas ini. Mereka sibuk dengan pekerjaannya, mengumpulkan harta untuk memenuhi kebutuhan jasmaninya. Tapi ia mengabaikan tugas penting menjaga iman anak-anaknya.
Ini satu perkara yang sangat menyedihkan. Menyedihkan karena rumah tangga dan keluarganya tumbuh hanya dengan mindset dunia di kepalanya, mengabaikan keimanan yang sejatinya dapat memberikan ketenangan hidup abadi di dunia dan akhirat.
Jika salah seorang dari anggota keluarga kita terlibat dalam aksi-aksi kejahatan geng motor tersebut, maka hentikanlah. Bahkan jika perlu laporkanlah pada yang berwajib akan hal tersebut dan jangan menyembunyikannya karena alasan keluarga. Sebab menyembunyikan mereka berarti menyembunyikan kejahatan dan membiarkannya untuk terus terjadi di sekitar kita.
Ketahuilah, sesungguhnya Rasulullah –Shallallahu ‘alaihi wasallam- yang bersabda:
لَوْ أَنَّ فَاطِمَةَ بِنْتَ مُحَمَّدٍ سَرَقَتْ لَقَطَعْتُ يَدَهَا
“Sekiranya Fatimah binti Muhammad mencuri, sungguh saya akan memotong tangannya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Janganlah sekali-kali membiarkan kejahatan karena alasan keluarga, sementara kerusakan yang mereka lakukan sudah sangat parah. Entah sudah berapa nyawa manusia hilang karena kejahatan mereka, sudah berapa korban luka parah karena serangan mereka, dan hal-hal seperti ini bukan perkara ringan yang patut ditolerir.
Di zaman seperti sekarang ini, orang tua harus terus hadir sebagai pembina terhadap anak-anaknya. Ia mengawasi dan memberikan teladan. Kuatnya arus informasi dan teknologi saat ini harus diberaengi dengan keimanan dan ilmu agama. Sebab, jika tidak, seseorang bisa terbawa arus yang dapat merusak dirinya.
Dan yang tidak kalah penting dari semua itu adalah mendoakan anak-anak dan keluarga kita agar mereka senantiasa mendapatkan hidayah dan selalu berada dalam lindungan Allah –Ta’ala-.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ.
KHUTBAH KEDUA
الْحَمْدُ لله عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِه، وَأَشهَدُ أَن لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِه، وأَشهدُ أنَّ نَبِيَّنَا مُحمَّدًا عَبدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلى رِضْوَانِه.
Marilah kita pada khutbah kedua ini, bershalawat dan memohon kepada Allah agar Dia membimbing anak-cucu dan generasi muda kita agar terhindar dari fenomena geng motor serta aksi kekerasan jalanan yang kian meresahkan. Kita memohon agar Allah menjadikan energi masa muda mereka sebagai bukti kejujuran iman, bukan justru disalahgunakan untuk tindakan yang mengancam nyawa dan ketenangan masyarakat.
Semoga Allah memberikan hidayah kepada para pemuda kita agar keberanian mereka tidak dinodai oleh arogansi dan permusuhan, melainkan murni dialirkan demi kemaslahatan dan takwa. Semoga semangat menjaga lingkungan ini mampu membahagiakan diri kita, tetangga kita, dan seluruh warga yang merindukan rasa aman.
Sembari kita membenahi moral generasi di tanah air, janganlah lupa mendoakan saudara-saudara kita di Bumi Palestina. Jika anak muda kita di sini masih bergelut dengan konflik yang sia-sia, saudara kita di sana justru sedang menunjukkan hakikat pengorbanan yang sesungguhnya—mempertahankan iman dan tanah air dengan jiwa dan raga mereka yang mulia.
إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.
اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ
اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.
رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.


