ISLAM RAHMATAN LIL ALAMIN

JUMAT, 13 Rabiulakhir 1448 H / 25 September 2026 M
Oleh Mukran H. Usman, Lc., MHI

Dep. Dakwah DPD Wahdah Islamiyah Makassar

 

KHUTBAH PERTAMA

 

إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ Layanan Pelanggan yang Dapat Diperpanjang وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ..

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ Layanan Pelanggan dan Layanan Pelanggan

أَيُّهَا النَّاسُ رَحِمَكُمُ اللهُ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

 

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah…

Dari Umar bin al-Khattab bahwa Nabi Sallallahu Alaihi Wassallam berkata: Telah dibawa kepada beliau tawanan perang, lalu di sana terdapat seorang perempuan dari kalangan tawanan itu yang sedang mencari-cari, apabila dia menemui seorang bayi di kalangan tawanan itu dia mengambilnya lalu mendekapnya pada isi dan menyusukannya, maka Rasulullah bersabda kepada kami: Adakah kamu melihat perempuan ini akan mencampakkan anaknya ke dalam api? Kami menjawab: Tidak, demi Allah, sedangkan dia berkemampuan untuk mencampaknya, maka Rasulullah bersabda: Sesungguhnya Allah lebih menyayangi hamba-hambaNya daripada perempuan ini terhadap anaknya. (HR.Bukhari Muslim)

 

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah…

Sesungguhnya ajaran Islam kita yang mulia memiliki berbagai ciri dan keistimewaan, serta teladan-teladan luhur, nilai-nilai, dan prinsip-prinsip yang tinggi, yang jarang sekali kita temukan padanannya dalam syariat-syariah lainnya. Dan hal itu tidaklah mengherankan, karena Islam adalah agama penutup, sedangkan syariatnya merupakan syariat Ilahi yang kekal dan selalu berlaku.

 

Ciri-ciri antara dan keistimewaan tersebut adalah bahwa Islam adalah Agama Rahmatan Lil ‘Aalamiin yang merupakan seruan untuk saling menyayangi dan mencintai.

 

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah…

Rahmat secara bahasa merupakan bentuk kata dasar yang berasal dari akar kata (رَ حَ مَ), yang berarti kasih sayang, kelembutan hati, dan belas kasih. Para ulama telah mendefinisikan rahmat secara istilah. Mereka mengatakan: Rahmat adalah kelembutan dalam hati yang mendorong seseorang untuk berbuat baik dan menyampaikan manfaat serta berbagai hal yang menyenangkan kepadamakhluk.

 

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah…

Rahmat yang ada pada Islam merupakan rahasia keberhasilan dakwah Islam. Seandainya bukan karena kasih sayang dan kelembutan hati sang pendakwah Islam yaitu Rasulullah, niscaya beliau tidak akan berhasil menyampaikan risalah dari Allah Ta’ala, dan tidak akan berhasil menyatukan serta melembutkan hati orang-orang di sekitarnya. Allah Ta’ala berfirman QS Ali Imran/159,

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ ۖ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ

Terjemahnya: Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu menyatakan keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.

 

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah…

Diantara bentuk seruan Islam kepada sifat Rahmat adalah;

Pertama : Seruan Islam untuk sayang (rahim) pada siapapun yang diberikan padanya suatu urusan, sayang (rahim) kepada istri, anak-anak, keluarga, kerabat, dan seluruh manusia, bahkan kepada orang-orang yang berbuat maksiat sekalipun. Tentang seruan ini Nabi kita bersabda;

اللهُمَّ، مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ، فَاشْقُقْ عَلَيْهِ، وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي Layanan Pelanggan yang Baik

Artinya: Ya Allah, siapa saja yang mengurusi urusan umatku, lalu ia membuat susah umatku, susah makakanlah dia. Dan siapa saja yang mengurusi urusan umatku, lalu ia sayang pada umatku, maka sayangilah ia. (HR.Muslim).

 

Kedua : Seruan Islam untuk sayang (rahim) kepada orang yang sakit dengan menjenguk, serta menanyakan keadaan dan kondisi mereka, dan membantu mereka, dan memenuhi kebutuhan mereka. Nabi kita dalam sabdanya;

مَنْ عَادَ مَرِيضًا، لَمْ يَزَلْ يَخُوضُ فِي الرَّحْمَةِ حَتَّى يَجْلِسَ، فَإِذَا جَلَسَ اغْتَمَسَ فِيهَا

Artinya: Barang siapa yang menjenguk orang yang sakit, maka ia selalu berada dalam rahmat Allah hingga ia duduk. Apabila ia telah duduk, maka ia benar-benar menyelam ke dalam rahmat tersebut. (HR.Ahmad).

 

Ketiga : Seruan Islam untuk sayang (rahim) ketika melakukan transaksi apapun kepada manusia, yaitu dengan memberi kemudahan, berlapang dada, bermaksud lembut, baik ketika menjual atau membeli atau menagih haknya. Nabi kita bersabda,

رَحِمَ اللَّهُ رَجُلًا سَمْحًا إِذَا بَاعَ، وَإِذَا اشْتَرَى، وَإِذَا اقْتَضَى

Artinya: Semoga Allah merahmati seseorang yang membuka mudah dan lapang ketika menjual, ketika membeli, dan ketika menagih haknya. (HR.Bukhari).

 

Keempat: Seruan Islam untuk sayang (rahim) kepada perempuan, apakah Istri, Ibu, Saudara Perempuan ataukah perempuan secara umum. Nabi kita bersabda,

بِالنِّسَاءِ، فَإِنَّ المَرْأَةَ خُلِقَتْ مِنْ ضِلَعٍ، Perlindungan Lingkungan dan Keamanan Rumah Tangga ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ، وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ Layanan Pelanggan

 Artinya: Berbuat baiklah dan lakukanlah para wanita dengan baik, karena sesungguhnya wanita diciptakan dari tulang rusuk. Dan bagian tulang rusuk yang paling bengkok adalah bagian atasnya. Jika kamu berusaha untuk meluruskannya, niscaya kamu akan mematahkannya. Namun, jika kamu membiarkannya, dia akan tetap bengkok. Maka, berbuat baiklah dan berbuatlah kepada wanita dengan baik. (HR.Bukhari Muslim).

 

Kelima : Seruan Islam untuk sayang (rahim) kepada sesama orang beriman dengan mendamaikan dan memperbaiki hubungan bagi yang berselisih dan bertengkar. Seruan ini tertuang dalam firman Allah:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

Terjemahnya: Orang-orang beriman itu bersaudara yang sesungguhnya. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat (QS. al-Hujurat/ 49:10).

 

Keenam : Seruan Islam untuk sayang (rahim) kepada anak anak yatim. Seruan sayang kepada mereka tertuang dalam firman Allah QS. al-Baqarah ayat 220:

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْيَتَٰمَىٰ ۖ قُلْ إِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌ ۖ وَإِن تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَٰنُكُمْ ۚ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ ٱلْمُفْسِدَ مِنَ ٱلْمُصْلِحِ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَأَعْنَتَكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

Terjemahnya: Dan mereka bertanya kepada Anda tentang anak yatim, katakalah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu bergaul dengan mereka, maka mereka adalah saudaramu; dan Allah mengetahui yang membuat kerusakan dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan dalam hati. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.

 

Ketujuh : Seruan Islam untuk sayang (rahim) kepada orang-orang lemah, dari kalangan orang tua, orang miskin, janda, orang yang rajin. Yaitu dalam bentuk yang memberi perhatian, perlindungan dan kepedulian. Rasulullah ﷺ bersabda:

ابْغُونِي فِي تُرْزَقُونَ، وَتُنْصَرُونَ بِضُعَفَائِكُمْ

Artinya: Carilah aku di tengah-tengah orang-orang yang lemah, karena sesungguhnya kalian diberi rezeki dan pertolongan berkat orang-orang lemah di antara kalian. (HR.Hakim).

 

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah…

Kebaikan tidak akan pernah sia-sia, dosa tidak akan pernah dilupakan, dan Zat Yang Membalas (Allah) tidak akan pernah mati. Berbuatlah sesukamu, karena sebagaimana kamu memperlakukan orang lain, demikian pula kamu akan diperlakukan. Maka berdoalah kepada Allah dalam keadaan yakin bahwa doa akan dikabulkan. Sesungguhnya orang yang bertaubat dari suatu dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرّحِيْمِ.

 

KHUTBAH KEDUA

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُوَرَسُوْلُهُ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ Pengoperasian Perangkat Keras yang Dapat Diatur

عِبَادَ اللَّهِ، أُوْصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللَّهِ، فَإِنَّهَا زَادُ المُتَّقِينَ وَعُدَّةُ الصَّالِحِينَ.

 

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah…

Kita telah menyimak berbagai gambaran tentang pelayanan ajaran Islam kepada rahmat (kasih sayang dan saling menyayangi). Di antara amalan yang dapat menjadi sebab turunnya rahmat Allah kepada kita adalah bersegera menunaikan zakat harta yang kita miliki. Allah Ta’ala berfirman dalam QS. al-A’raf/156,

Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَالَّذِينَ هُمْ بِآيَاتِنَا يُؤْمِنُونَ

Terjemahnya: Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu. Maka Aku akan tetapkan rahmat itu bagi orang-orang yang bertakwa, menunaikan zakat, dan orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami.

 

Jamaah Jum’at yang dimuliakan Allah…

Sebagai penutup dari khutbah yang mulia ini, marilah kita berdoa kepada Allah di hari dan di waktu yang mustajab ini,

إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمٌؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ

اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.

رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.

رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً dan حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ، وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *