MANOKWARI, PAPUAKITA.com—Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan akan membuka acara Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Nasional XIV, yang digelar di Manokwari pada 18-28 Juni 2026.
Ketua Panitia Pesparawi Nasional XIV, Ali Baham Temongmere mengungkapkan, bahwa komunikasi awal dengan Kemensekneg telah dilakukan sebagai bagian dari persiapan menyeluruh. Termasuk mulai mematangkan persiapan dengan menjalin koordinasi awal bersama Kementerian Sekretariat Negara (Kemensekneg).
Menurut Temongmere, sebagian tim panitia masih berada di Jakarta guna melanjutkan pembahasan dengan Kemensetneg, khususnya terkait kemungkinan kehadiran Presiden Prabowo Subianto pada pembukaan Pesparawi di Manokwari.
“Kami sudah melakukan koordinasi awal dengan Kemensekneg. Selanjutnya, hasil pembahasan tersebut akan kami dalami kembali bersama tim setelah seluruh panitia berkumpul,” ujar Temongmere saat ditemui di Swiss-Belhotel Manokwari, Selasa 17 Maret 2026.
Ia menjelaskan, apabila Presiden berkenan hadir membuka Pesparawi, maka agenda kunjungan akan disesuaikan dengan kegiatan lain di Papua Barat. Oleh karena itu, diperlukan sinkronisasi lebih lanjut agar seluruh rangkaian agenda dapat terakomodasi dengan baik.
Lebih lanjut, Temongmere menyebutkan bahwa pihak Kemensekneg juga meminta panitia untuk memaparkan secara langsung kesiapan pelaksanaan Pesparawi, sebagai bagian dari proses penilaian terhadap kesiapan daerah.
Namun demikian, koordinasi lanjutan diperkirakan baru akan dilakukan secara intensif setelah perayaan Idulfitri, mengingat padatnya agenda menjelang hari besar keagamaan tersebut.
Selain itu, Temongmere yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Papua Barat menegaskan bahwa seluruh aspek teknis, mulai dari akomodasi hingga transportasi, berada dalam pengawasan langsung Gubernur Papua Barat.
“Persiapan terus berjalan. Nanti setelah rapat lanjutan, kami akan sampaikan perkembangan terbaru secara terbuka kepada publik,” tambahnya.
Ia berharap Presiden dapat hadir secara langsung membuka Pesparawi Nasional XIV di Manokwari. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk BP3OKP, juga terus diupayakan guna merealisasikan kehadiran kepala negara dalam ajang nasional tersebut.[ars]







